Punya Tujuh Lembaga Formal dan Non-Formal

by -17 views
Punya Tujuh Lembaga Formal dan Non-Formal

CERITA – Pondok Pesantren Maslakul Huda, Kajen, Pati memiliki banyak institusi pendidikan. Dari formal hingga informal.

Lembaga formalnya adalah PAUD Terpadu An-Nismah yang berdiri pada tahun 2014. SD Terpadu An-Nismah berdiri pada tahun 2018. Dan Ma’had Aly Fi Ushul Fiqh yang dimulai pada tahun 2015.

Sedangkan pendidikan nonformal dibagi menjadi empat kelompok. Yaitu Pesantren Maslakul Huda (PMH) Putra, Pesantren Al-Badi’iyyah (Pesilba), PMH Li al-Mubtadi’in, dan PMH Li al-Mubtadi’at.

Pembagian ini berdasarkan kelompok umur. Adapun di PMH Li al-Mubtadi’in diperuntukkan bagi pelajar atau anak baru. 11-16 tahun. Didirikan pada tahun 2011 atas rekomendasi wali santri yang menginginkan lembaga pendidikan di tingkat diniyah.

Baca:  Angin Kencang Sapu Tiga Desa di Sulang

Kadafia Fauzi, ketua presidium (kampung pondok) PMH PUTRA 2020-2021 mengatakan, secara historis tanggal pasti pendirian pondok tersebut tidak diketahui. Namun dapat dipastikan bahwa kegiatan perintisan keberadaan Maslakul Huda berlangsung sekitar tahun 1910-an.

Saat itu, Kiai Mahfudh (ayah dari Kiai Sahal Mahfudh) telah mencapai usia dewasa. Dia ingin punya pesantren sendiri. Setelah mendapatkan ilmu dari Makkah, ia berhasil mengalahkan (mempelajari ulang) Kiai Hasyim Asy’ari.

Saat menimba ilmu di Tebuireng. Saat itu, Kiai Hasyim Asy’ari memberinya kesempatan untuk mengajar. Oleh karena itu, ketika Kiai Mahfudh kembali mendirikan pesantren di Kajen, beberapa santri yang pernah menjadi santri di Tebuireng ikut bergabung dengannya. “Dan akhirnya menjadi murid pertama di Maslakul Huda,” terangnya.

Baca:  Money Politics di Pilkades Pati, Satu Orang Bisa Dapat Rp 1,5 Juta

Awalnya pesantren ini tidak bernama Maslakul Huda. Itulah yang menjadi nama pesantren ini ketika pesantren dipegang oleh Kiai Sahal Mahfudh pada tahun 1963. Dinamakan Maslakul Huda (jalannya yang panjang) dengan tujuan untuk menjadi jenjang lanjutan dari Mathali’ul Huda (sumbernya adalah tuntunan). Nama pesantren yang didirikan oleh ayah dari Kiai Mahfudh (Kiai Abdussalam) yang dibesarkan oleh Kiai Abdullah Salam (almarhum).

Di usianya yang sudah lebih dari seratus tahun, Ponpes yang kini dalam asuhan KH. Abdul Ghoffarrozin dinilai telah memberikan kontribusi yang besar dan nyata dalam mewujudkan perjuangan kemerdekaan.

“Kehadiran pesantren sebagai lembaga tafaqquh fiddin memiliki peran aktif dalam perkembangan intelektual. Selain sebagai upaya untuk berkomunikasi dan berkarya dengan masyarakat, hal tersebut diiringi dengan perwujudan nilai-nilai dan ajaran Islam,” ujarnya.

Baca:  Bentuk Restorasi Buku di Setiap Desa

Pondok Pesantren Maslakul Huda sendiri berdiri di atas lahan seluas 5.000 meter persegi. Secara geografis, Pesantren Maslakul Huda terletak paling barat di Desa Kajen. Lokasinya dekat dengan Desa Ngemplak. Tepatnya di sisi barat Makam Syekh Ahmad Mutamakkin dan di sisi timur jalan Pati-Tayu km 15. (tinggi lima)

.

Komentar