Dibatasi, Ngaji hanya Diikuti Santri

by -23 views
Dibatasi, Ngaji hanya Diikuti Santri

CERITA – Sholat tarawih sudah selesai. Malam itu tidak ada aktivitas Alquran. Para siswa bergegas ke kamar. Secara keseluruhan, hanya selusin siswa yang tersisa. Mereka adalah pengurus Pondok Maslakul Huda Putra (PMH) Kajen, Pati. Sedangkan siswa lainnya sudah kembali.

Kegiatan selama bulan Ramadhan atau yang dikenal dengan pembacaan pasanan ditutup. Tepat di saat yang sama dengan pengingat Nuzulul Quran. Diisi dengan mauidhoh hasanah KH. Muhammad Faeshol Muzammil. Dilanjutkan dengan pembacaan rantai buku dari para guru pada malam 17 Ramadhan.

Pagi hari usai acara, santri di Pondok Pesantren Maslakul Huda pulang kampung. Mereka berasal dari berbagai kabupaten. Seperti Wonosobo, Pekalongan, Kudus, Purwodadi, hingga luar Jawa seperti Kalimantan dan Sumatera.

DISIPLIN: Situasi Membaca Alquran di Pondok Pesantren Maslakul Huda Kajen Pati yang Mengutamakan Proc.
(PONPES MASLAKUL HUDA UNTUK RADAR KUDUS)

Meski tidak ada agenda untuk belajar bersama para pengasuh atau cendekiawan lainnya, penyelenggara berinisiatif membuat kegiatan. Itulah tadarusan dan pembersihan. Malam itu ada dua orang yang sedang belajar Alquran di masjid. Disiarkan melalui speaker. Mereka bergantian mengaji hingga pukul 22.00. Setelah itu berhenti dan rileks.

Baca:  Daya Tampung Sungai Merosot hingga Hutan Gundul Jadi Penyebab Banjir

Muhammad Fikri Ainul Hana, Ketua Tim Kegiatan Ramadhan Pondok Pesantren, mengatakan, kegiatan Ramadhan sudah kembali aktif. Telah dievakuasi tahun lalu karena Covid-19 Pandemi. Tahun lalu Alquran hanya disiarkan secara langsung.

Sedangkan tahun ini ada kegiatan untuk mengaji. Tapi hanya untuk pelajar. Pasalnya, sebelum mewabah, Pondok Pesantren maslakul Huda kerap diikuti warga dari dalam dan luar kabupaten. Ada ratusan.

Fikri menambahkan, saat ini siswa membaca lima buku. Mulai dari subuh. Mereka membaca kitab Alfiyah Ibn Malik. Dipimpin oleh Ustaz Ala’uddin Al Wahidi. Buku ini berisi tata bahasa Arab. Diimplementasikan dengan sistem bandongan. Berlangsung sekitar satu jam. Dari 05.00-06.00.

Usai membaca Alquran, siswa membersihkan diri. Sampai jam 07.00. Dan lanjutkan membaca Alquran lagi pada pukul 08.00. Mereka membaca Kitab Intifah Al Wadajaini. KH. Abdul Aziz Yasin. “Buku ini berisi tentang hukum jual beli kacamata. Berlaku sampai pukul 10.00,” ujarnya.

Baca:  Cegah Pelanggaran, Senpi Dicek, Anggota Dites Urine .

Haifan Muafi, Kepala Desa Gubuk atau Ketua Pria PMH 2021-2022 menambahkan, pembacaan Kitab Bulugh Al Marom dilanjutkan pada pukul 13.00. Tahan sampai menjadi acar. Diskusikan hadits tentang dalil hukum syariah. Yang berada di bawah asuhan Ustaz Saifurrohman.

“Pukul 16.00 saya membaca Al-Quran. Itu tafsir Al Jalalain. Yang berisi tafsir al-Quran. Dia dipimpin Ustaz Ahmad Mahfudh sampai jam 17.00,” terangnya.

Setelah Alquran, siswa mengutip. Bersihkan area gubuk. Masing-masing piket mereka dibagi menjadi kelompok yang terdiri dari lima orang. Sampai sebelum berbuka puasa.

Bacaan terakhir bersama pengasuh full boarding school, KH. Abdul Ghaffarozin. Itu dimulai setelah shalat tarawih. Mereka membacakan Kitab Khulazoh Khulasoh Tarikh At Tasyri ‘Al-Islam. Tentang sejarah berdirinya hukum Islam. “Itu berlangsung sampai pukul 22.00,” ujarnya.

Baca:  Dua Oknum Perangkat Desa di Pati Terjaring Razia Karaoke

Dari lima bacaan, dua bacaan juga disiarkan secara langsung. Itulah kajian Kitab Intifah Al Wadajaini yang diajarkan oleh KH. Abdul Aziz Yasin dan membaca Kitab Khulazoh Khulasoh At Tasyri ‘Al-Islam bersama KH Abdul Ghaffarozin. (tinggi lima)

.

Komentar