Latih Masyarakat Belajar Komputer

by -17 views
Latih Masyarakat Belajar Komputer

CERITA – Selain itu Memiliki unit usaha, Pondok Pesantren Maslakul Huda juga memiliki Balai Latihan Kerja (BLK) komunitas. Tempat tersebut merupakan wadah untuk membekali mahasiswa dan masyarakat sekitar agar memiliki ketrampilan selain Alquran.

Gedung Komunitas BLK Maslakul Huda terletak terpisah dari gedung gubug. Sekitar 250 meter di sebelah barat gedung gubuk. Tepat di Jalan Pati-Tayu KM 18. Desa Waturoyo, Kabupaten Margoyoso.

Ini memberikan pelatihan komputer. Dari dasar hingga menengah. Biasanya dalam bentuk paket. Dalam paket asisten operator komputer misalnya, peserta akan diberikan pelatihan pengoperasian komputer. Seperti mengenal komputer mandiri, mengoperasikan printer, hingga sistem operasi.

PEMBUKAAN: Perwakilan peserta mendapatkan seragam dari BLK Komuniti Maslakul Huda pada pembukaan pelatihan desain grafis.
(PONPES MASLAKUL HUDA UNTUK RADAR KUDUS)

“Diantaranya adalah operasi Microsoft Word, Microsoft Excel, operasi Microsoft Power Point, dan desain grafis. Setiap pelatihan diadakan selama kurang lebih satu bulan,” kata Kadafia Fauzi, ketua presidium Pondok Pesantren Maslakul Huda Putra 2020- 2021.

Baca:  Blora Bersinergi, Lindungi Pekerja melalui Inpres Nomor 2 Tahun 2021

Seperti namanya, latihan ini berbasis komunitas. Awalnya ditujukan untuk pelajar dan mahasiswa pascasarjana di sekolah formal di gubuk. Tapi belakangan ini juga terbuka untuk umum.

Pelatihan ini sudah berlangsung sejak 2018. Berawal dari upaya membekali mahasiswa agar memiliki ketrampilan dan siap memasuki masyarakat.

Kadafi menambahkan, senam berkembang dan memiliki orientasi yang lebih luas dan umum. Hingga keberadaan BLK juga memberikan kontribusi bagi masyarakat sekitar. “Namun jumlah peserta dalam satu pelaksanaan tetap sama yaitu 16 peserta,” ucapnya.

Selama ini para penggemar pelatihan tidak hanya dari Desa Kajen, tetapi juga dari masyarakat desa lainnya. Sehingga pemilihan sering dilakukan ketika jumlah peserta bertambah.

Baca:  Bupati Timang-timang Hasil Pansel Pansel Setor Hasil Seleksi JPTP

Pembatasan tersebut sesuai dengan jumlah kuota yang didapat. Mengingat setiap peserta juga mendapat uang transportasi. Jadi itulah menyesuaikan paket.

Peserta yang diperbolehkan mengikuti harus memiliki KTP. Selain itu, tidak terdaftar di Sistem Tenaga Kerja. Jika Anda sudah mendaftar di sistem atau mengikuti pelatihan BLK lainnya, hal ini tidak diperbolehkan.

“Ketentuannya, peserta minimal berusia 18 tahun, bisa membaca dan menulis, tidak buta warna, tidak belajar dan tidak bekerja,” ujarnya. (tinggi lima)

.

Komentar