Kabupaten Blora Jajaki Kerja Sama Budidaya Sorgum

by -16 views
Kabupaten Blora Jajaki Kerja Sama Budidaya Sorgum

BLORA, Pemerintah Kabupaten Blora bekerja sama dengan PT Amari Teguh Wisesa. Yakni untuk budidaya sorgum. Ada dua Sekma. Investasi pertama dan plasma kedua.

Nanang Basuki, Direktur Operasi PT Amari Teguh Wisesa menjelaskan, sorgum merupakan pabrik multiguna. Dapat digunakan untuk sumber makanan, pakan ternak, dan bahan baku industri.

“Ciri-ciri tanaman ini tahan banting di tanah basah, kering, atau berbatu. Minimal pemupukan dan ketahanan terhadap hama dan penyakit. Selain itu, semua bagian tanaman bisa dimanfaatkan,” ucapnya.

Pabrik ini memproduksi beras sorgum, tepung atau kecap sorgum, karet / gula. Sorgum juga dapat dimanfaatkan sebagai pakan ternak dengan kandungan gizi yang baik. Untuk itu, PT Amari Teguh Wisesa siap bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Blora.

Baca:  Dilantik, Siapkan Program Kepemudaan

Kerja sama ini nantinya akan dimanfaatkan untuk memberdayakan lahan tandus dan marjinal hingga memiliki nilai ekonomis. Pemberdayaan masyarakat khususnya peternak meningkatkan produktivitas ternak, meningkatkan pendapatan asli daerah, mendukung program pemerintah kabupaten, dan sebagai program ketahanan pangan.

Nanang menjelaskan ada dua skema kerjasama yang ditawarkan. Yakni skema investasi A dan skema Plasma B. Investasi meliputi penyiapan tanah, penyiapan benih dan pemupukan, proses penanaman, produksi dan pengolahan pasca panen.

Sedangkan dalam skema sistem plasma, lahan milik masyarakat dan PT Amari akan menyediakan bibit, pupuk, bantuan penanaman, dan pembelian hasil bumi dari masyarakat.

Bupati Blora Arief Rohman menyambut baik tawaran kerjasama budidaya sorgum di Blora. Apalagi tanaman sorgum memiliki banyak manfaat. “Produk turunan tanaman ini banyak. Harapannya tanaman ini bisa dibudidayakan dengan baik di Blora,” jelas Bupati.

Baca:  Cegah Abrasi, Tanam 50 Ribu Bibit Mangrove

Bupati juga mengimbau agar sebagai langkah awal, persiapan tanah bisa dilakukan untuk percobaan penanaman. “Kita perlu benar-benar ada demo field trial dulu. Apa hasilnya dan jika kita janji maka akan lebih mudah kita buat,” imbuhnya.

Termasuk, bila skema kerjasama dapat memberikan manfaat dan manfaat bagi petani maka akan lebih mudah bagi mereka untuk diajak menanam sorgum. Terkait langkah selanjutnya, Pemerintah Kabupaten Blora melalui instansi terkait akan menjalin koordinasi lebih lanjut dengan Perhutani dan PT Amari.

“Kita juga harus bisa meyakinkan petani nanti. Jika petani diajak gotong royong dan masuk secara ekonomi, maka mereka akan menanamnya secara berkelompok,” tambah Arief Rohman.

Baca:  Hasil Otopsi Tunjukkan Ada Bekas Benturan di Leher Belakang Korban

Kepala Bidang Tanaman Pangan Dinas Pertanian dan Keamanan Pangan (DPKP) Blora Lilik Setyawan mengungkapkan, sorgum sebelumnya banyak ditanam di Blora dan tumbuh dengan baik.

“Di Blora sudah pernah ditanam. Kesesuaian tanahnya bagus. Bisa ditanam dan dipanen dengan hasil bagus. Kendala yang dihadapi terkait pemasaran,” jelasnya.

Ia berharap skema kolaborasi tersebut juga mencakup sektor pemasaran produk. “Kalau konsepnya bagus, kemitraan kita juga siap tawarkan model Plasma ke petani. Kalau mau kemitraan bisa ditampilkan di lahan seluas 10 hektar, mungkin lebih dari itu, kita juga siap,” dia menambahkan.

.

Komentar