Perangi Covid-19, Produksi APD Mandiri

by -56 views
Perangi Covid-19, Produksi APD Mandiri

CERITA – Peserta pelatihan di Komunitas Pondok Pesantren (BLK) Raudlatul Ulum tidak hanya belajar. Mereka diyakini telah membuat alat pelindung diri (APD) sejak wabah tersebut.

Beberapa APD yang diproduksi antara lain pelindung tubuh atau hamzat, sepatu, topi dalam, dan penutup luar. Produksi tersebut terbukti dapat memenuhi kebutuhan medis Rumah Sakit As Suyuthiyyah yang berada di bawah naungan yayasan Pondok Pesantren tersebut.

Ustaz Qosis, salah satu pengurus Pondok Pesantren Raudlatul Ulum mengatakan, pembuatan APD merupakan bentuk kebebasan bagi seluruh pesantren dan rumah sakit. Agar tidak mengandalkan APD untuk bantuan pemerintah atau masyarakat.

Puluhan peserta dari berbagai latar belakang terlibat dalam setiap paket pelatihan. Dari masa remaja hingga dewasa. Yang terlibat mayoritas adalah warga sekitar gubuk. “Berbekal ilmu yang didapat, para peserta langsung bekerja keras menjahit APD,” ucapnya.

Baca:  Prokes dan Vaksinasi Jadi Koentji Memutus Penyebaran Covid-19

Dijelaskannya, pembuatan APD oleh peserta BLK ini untuk mengoptimalkan keberadaan mesin jahit yang ada. Untuk tujuan perang melawan Covid-19. Sehingga produksi bisa dimaksimalkan semaksimal mungkin.

Perkembangan ini terjadi sejak Pandemi Covid-19 dimulai. Yaitu sekitar Maret 2020. Saat itu para peserta yang sedianya mendapatkan pelatihan membuat pakaian biasa kemudian berganti pakaian sesuai kebutuhan dan keadaan.

Meski dianggap mendadak, membuat APD dinilai lebih mudah dibanding pakaian biasa. “Setelah selesai APD akan disterilkan dulu. Setelah proses sterilisasi selesai baru kita kemas dan serahkan ke RS As Suyuthiyyah,” ucapnya.

Meski APD diproduksi untuk kebutuhan sendiri, ada juga pihak luar yang mencoba memesan melalui akun media milik full boarding school. Meski demikian, produksinya masih untuk memenuhi kebutuhan rumah sakit di bawah naungan full boarding school. Bukan untuk tujuan komersial. (tinggi lima)

Baca:  Pemkab Putuskan Wisata di Kudus Tak Jadi Ditutup, tapi Dibatasi

.

Komentar