Wisata Kedungombo Ditutup Sementara

by -66 views
Wisata Kedungombo Ditutup Sementara

GROBOGAN, – Dua korban dari 20 penumpang kapal wisata yang terbalik di Waduk Kedung Ombo, Desa Wonoharjo, Kemusu, Boyolali, Sabtu (15/5), belum ditemukan. Yakni Niken Safitri, 8 tahun, asal Grobogan dan Jalal, anak 1,5 tahun asal Boyolali.

Ketua BPBD Grobogan Endang Sulistiyoningsih mengatakan pencarian korban masih dilakukan oleh tim Basarnas Jateng dan tim SAR bersama-sama. Dua korban masih dicari dari sembilan korban yang tenggelam.

Kepala Basarnas Jawa Tengah Nur Yahya mengatakan pencarian tim SAR gabungan difokuskan pada penyelaman di sekitar lokasi dan juga di darat melakukan pemantauan permukaan.

RUMAH DITOLAK: Anggota Polsek Grobogan dan Polsek Geyer meminta wisatawan pergi, karena tempat wisata Kedung Ombo ditutup sementara kemarin.
(SIROJUL MUNIR / RADAR SUCI)

Kapal tenggelam saat penghuninya melakukan selfie di haluan kapal yang mengakibatkan kapal menjadi tidak seimbang dan akhirnya terbalik. Dari 20 penumpang, 11 berhasil diselamatkan. Sedangkan sembilan lainnya tenggelam.

Baca:  Tinggal 60-an Pedagang yang Bertahan

Setelah dilakukan penggeledahan oleh warga dan tim SAR, ditemukan enam orang pada Sabtu (15/5) sore. Kemarin pagi, korban lain ditemukan. Dengan demikian, total ditemukan tujuh orang.

Korban adalah warga Grobogan, Tinuk Mulyani, 35, warga Desa Mojoagung, Kabupaten Karangrayung; Siti Mukaromah, 24 tahun, warga Desa Ketro, Kabupaten Karangrayung; dan Najwa Kaira Wilda, 6 tahun, warga Desa Ketro. Sedangkan empat orang dari Kabupaten Boyolali. Mereka, Tri Iriana, 27 tahun, warga Desa Pilangrojo, Kecamatan Juwangi; Zamzam, 8 tahun, warga Desa Pilangrejo, Juwangi; Ace Jalil Rosyid, 4 tahun, warga Desa Pilangrojo, Juwangi; dan Destri Desa Karangmanis, Juwangi.

“Saat pencarian sebelumnya, situasi di dasar waduk mendung, jarak pandang (visibility) nol. Jadi tidak terlihat, sehingga menjadi kendala bagi tim penyelam. Saat ini (kemarin Red) kedalaman waduk Kedung Ombo Jaraknya sekitar 30 meter dan cuaca “Mudah-mudahan tim SAR bersama-sama diberikan fasilitas pencarian dan korban bisa segera ditemukan,” harapnya.

Baca:  Gubug Payung Jadi Wisata Edukatif

Dengan tragedi tersebut, tempat wisata waduk Kedung Ombo di Desa Rambat, Kabupaten Geyer, Grobogan, ditutup kemarin. Meliputi tiga lokasi kunjungan yaitu Embun Bening, Wonosari, dan Tirta Kedungombo.

Saat pemantauan dilakukan petugas kemarin pagi, tempat wisata itu masih buka. Kemudian sekitar pukul 10.00 wisata di pinggir waduk Kedung Ombo ditutup. Padahal sudah ada ratusan pengunjung yang masuk.

Kapolres Grobogan Kompol Sugiyanto memimpin penutupan pintu masuk wisata di Kedung Ombo. Kemudian tanyakan kepada pengunjung yang pulang. Ada sekitar 450 wisatawan.

Ia mengungkapkan bahwa pihaknya bertemu dengan pengelola tur dan mengajak mereka duduk bersama untuk memberikan himbauan, mendata semua pengunjung yang sudah masuk. Untuk memudahkan pelacakan saat kasus Covid-19 terjadi. “Kami juga mengimbau agar tidak ada kegiatan wisata air,” ucapnya.

Baca:  Komisi C DPRD Jepara Dorong Pemkab untuk Kesejahteraan Guru Swasta

Rahul, pengelola Pariwisata Embung Bening, mengaku order penutupan baru saja diterima. Jadi, dia adalah proses penutupan mendadak. Menurutnya, dalam membuka tur tersebut pihaknya telah menerapkan program kesehatan, untuk meminimalisir penularan Covid-19. “Penutupannya belum diketahui berapa lama. Sebagai pengelola, kami hanya mengikuti imbauan pemerintah,” ucapnya.

Sudarman, turis asal Kabupaten Karanganyar, mengaku kecewa karena penutupan dilakukan secara mendadak. Sebab, dia baru saja datang bersama keluarganya untuk berkunjung. Saat masuk, dia membayar tiket Rp 15 ribu per orang dan parkir Rp 10 ribu.

“Baru masuk dan langsung diminta pulang. Pintu masuk wisata harus ditutup, agar kita tidak capek masuk dan sudah bayar juga,” keluhnya.

.

Komentar