Ingin Rayakan Ulang Tahun, Warga Grobogan Ini Malah Tewas Tenggelam

by -39 views
Ingin Rayakan Ulang Tahun, Warga Grobogan Ini Malah Tewas Tenggelam

GROBOGAN – Dua korban tenggelamnya kapal di Waduk Kedung Ombo yang merupakan ibu dan anak itu tiba di rumah duka kemarin pukul 09.00. Kedatangan jenazah diiringi tangisan keluarga korban.

Saat jenazah tiba di kediaman di RT 4 / RW 3, Dusun Larangan, Desa Ketro, Kabupaten Karangrayung, Grobogan, air mata suami dan keluarga korban tak bisa dihentikan. Karena mereka harus kehilangan tiga anggota keluarga sekaligus. Selain ibu dan anak, korban lain yang tidak ditemukan juga adalah anak sang ibu.

Dua anggota keluarga yang ditemukan adalah seorang ibu bernama Siti Mukaromah, 26 tahun, dan seorang anak bernama Naswa Cayla Welda, 6 tahun, yang baru saja duduk di bangku Taman Kanak-kanak. Sedangkan hingga pukul 17.00, kerabat korban bernama Niken Safitri belum ditemukan.

Baca:  Perizinan Keliling Diserbu 385 Pemilik Kapal

Kedua korban, ibu dan anak, ditemukan pada Sabtu (15/5) pukul 18.35 WIB. Jenazah langsung dibawa ke RSUD Waras Wiris Boyolali. Setelah teridentifikasi, sekitar pukul 07.00 Minggu (16/5) dua buah ambulans dikawal dan sampai di rumah duka sekitar pukul 09.00. “Sesampai di rumah, langsung dimakamkan,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Grobogan Endang Sulistyowati.

Salah satu tetangga korban, Sukinah, 58 tahun, mengaku sangat terpukul dengan kepergian kedua korban, yakni ibu dan anak. “Mohon maaf karena korban ini orang baik-baik. Ibunya (korban Siti Mukaromah, Red) masih sangat muda. Mereka pergi ke warung makan (lokasi tenggelam, Red) selama tiga hari berturut-turut. Sebelumnya ada untuk memancing dan akhirnya kemarin menghadiri ulang tahun kakaknya sekaligus merayakan ulang tahun anaknya (korban Naswa Cayla Welda, red), ” ucapnya.

Baca:  Grobogan Jadi Pilar Penyangga Kudus, Panglima TNI Tekankan Kewaspadaan

Terungkap, sehari sebelum kejadian, korban Welda berulang tahun (ultah). Itu dirayakan di rumah dengan makan sejumput. Namun, keluarganya ingin merayakannya kembali di restoran terapung di waduk Kedung Ombo. Sekaligus menghadiri undangan ulang tahun kakaknya.

“Ini Idul Fitri, sekaligus reuni keluarga. Sebenarnya acara utamanya untuk menghadiri ultah kakaknya. Tapi, karena ultah Welda sudah usai ya dirayakan juga di sana lagi. Sebelum berangkat ibunya (korban Siti Mukaromah, Ed. ) Puas “Hatiku ingin bersama keluargaku. Aku melihatnya dari rumah saat itu. Tapi kenapa bisa seperti ini,” ucapnya sambil menyeka air mata.

Sekarang, di keluarga ada tiga korban. Dua di antaranya adalah ibu dan anak yang ditemukan. Sedangkan adiknya, Niken Safitri, baru ditemukan pukul 17.00 kemarin.

Baca:  Bantu Terdampak Covid, Polres Grobogan Bagi 650 Paket Zakat

Kemarin, sekitar pukul 22.22 WIB, tim pencari dari Ditpolairud Polda Jateng menjatuhkan drone tersebut ke bawah laut. Hasilnya adalah menemukan titik di mana satu korban berada. Kemudian pada pukul 12.46 WIB, sebanyak 20 penyelam dari polisi air menyelam dengan sistem sweep di lokasi kapal tenggelam. Hingga kemarin sore, baru tujuh dari sembilan korban tenggelam yang ditemukan.

.

Komentar