Pemkab Grobogan Cari Satu Hotel untuk Isolasi Terpusat

by -25 views
Pemkab Grobogan Cari Satu Hotel untuk Isolasi Terpusat

PURWODADI, – Satgas (Satgas) segera mencari pusat isolasi terpusat di salah satu hotel. Hal ini dilakukan karena ada peningkatan kasus dan munculnya kelompok keluarga.

Sekda Grobogan Moch Sumarsono mengatakan banyaknya pasien yang diberi kewenangan memilih untuk diisolasi (isoman) dari pengawasan staf, membuat Pemkab Grobogan membuat dua pilihan.

Pertama, dengan mengirimkan pasien terkonfirmasi ke asrama Haji Donohudan Boyolali. Kedua, dengan menyediakan pengasingan terpusat di salah satu hotel.

“Namun, mulai hari ini (Red, kemarin) kami meminta pasien diisolasi di satu lokasi sentral di Donohudan. Itu wajib. Ini untuk menekan penyebaran kelompok keluarga,” ujarnya.

Pemisahan terpusat akan diperkirakan dalam APBD-II. Dalam proses mencari hotel yang siap dijadikan tempat pengasingan. “Anggaran operasionalnya cukup besar dan tidak semua hotel mau diisolasi,” imbuhnya.

Baca:  Bu Ganjar Lantik 76 Andalan Pramuka Hari Ini

Kepala Dinas Kesehatan Grobogan Slamet Widodo menambahkan, sambil menunggu tersedianya tempat isolasi terpusat, pasien yang saat ini berada di sana harus ke Donohudan. Mereka telah menyediakan ambulans untuk layanan antar-jemput.

Menurutnya, isolasi terpusat akan memudahkan pemantauan pasien Covid-19. Karena ada dokter yang bisa dipanggil untuk konsultasi. Selain itu, petugas kesehatan (nakes) akan memantau kondisi pasien di ruang isolasi terpusat. Mereka akan memeriksa tanda-tanda vital setiap hari. Kemudian terapi medis sesuai dengan gejala ringan yang muncul atau rujukan jika ada yang memburuk.

Selain itu, preferensi pasien terkonfirmasi Covid-19 yang berada dalam isolasi terpusat adalah pasien terkonfirmasi tanpa gejala dan gejala ringan. “Pasien yang fasilitas isolasi rumahnya tidak memungkinkan pasien Covid-19 menjalani isolasi. Ada keluarga yang berisiko tinggi tertular dalam satu rumah, termasuk yang menderita DM, karena faktor usia, autoimun, ginjal, darah tinggi, penyakit jantung. , PPOK, TBC, ibu hamil, dan balita,” ujarnya.

Baca:  Bikin Waswas, Penggunaan Sirine Ambulans Bakal Dikaji

.

Komentar