Tiga Desa di Kudus Masih Nol Kasus Covid-19, Mana Saja?

by -34 views
Tiga Desa di Kudus Masih Nol Kasus Covid-19, Mana Saja?

KUDUS -Kasus Covid-19 di Kudus akhir-akhir ini meningkat. Namun, ada tiga desa yang dinyatakan tidak ada kasus. Dengan kata lain, tidak ada populasi yang terkonfirmasi positif virus corona.

Pj Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus Masud menyatakan, sebelumnya ada empat desa yang tercatat tidak ada kasus. Termasuk Desa Ternadi, Kecamatan Dawe; Desa Blimbing Kidul, Kabupaten Kaliwungu; Desa Glagah Kulon, Wilayah Dawe; dan Kampung Kauman, Kecamatan Perkotaan. “Saat ini di tiga desa itu tidak ada kasus, yakni Glagah Kulon, Ternadi, dan Blimbing Kidul,” katanya.

Dari data yang disampaikan Dinas Kesehatan Kabupaten Kudus, hingga kemarin Kabupaten Jekulo positif 217 kasus, Kabupaten Bae 236 kasus, Kecamatan Dawe 231 kasus, Kecamatan Gebog 273 kasus, Kecamatan Jati 320 kasus, Kecamatan Jekulo 271 kasus, Kecamatan Kaliwungu 151 kasus. , Kecamatan Kota 406 kasus, Kecamatan Mejobo 221 kasus, dan Kabupaten Undaan 101 kasus.

Baca:  Bangun Pondok dengan Modal Seekor Sapi

Selain itu, ada lima desa yang paling banyak melaporkan kasus. Antara lain Desa Gondangmanis yang terkonfirmasi positif 76 orang, Desa Mlati Kidul 51 orang, dan Desa Gondosari 72 orang. Dua desa lainnya, Kampung Jepun 59 orang dan Purwosari 44 orang.

Dia meminta masyarakat untuk mematuhi protokol kesehatan yang ketat. Hal ini diharapkan dapat memutus mata rantai penularan virus Covid-19.

Secara terpisah, Bupati Dawe Amin Hidayat menyatakan, di wilayahnya ada dua desa yang dinyatakan tidak ada kasus Covid-19. Desa Glagah Kulon tidak ada kasus nol karena minimnya pergerakan penduduk. “Beberapa desa di kaki Gunung Muria juga sudah menerapkan protokol kesehatan yang ketat,” ujarnya.

Baca:  PPKM Mikro di Grobogan Diperpanjang, Pedagang Pasrah

Selain itu, kegiatan PPKM mikro juga digencarkan. Gugus tugas mengorganisir orang-orang yang berpotensi menimbulkan kerumunan. Selain itu, penyemprotan disinfektan skala besar dilakukan di desa-desa.

“Kami berharap masyarakat tidak lemah dalam melaksanakan program pelayanan kesehatan. Karena bisa memutus mata rantai penularan virus corona,” ujarnya.

.

Komentar