Ratusan Rumah Disita Bareskrim Polri, Diduga Terkait Korupsi KPR

by -27 views
Ratusan Rumah Disita Bareskrim Polri, Diduga Terkait Korupsi KPR

BLORA – Ratusan tanah dan bangunan untuk KPR Bank Sentral disita Bareskrim Polri kemarin. Mulai Perumahan Blingi Bahagia, Perumahan Beran, Perumahan Pakis dan Perumahan Bangeran. Rencananya, beberapa rumah lainnya juga akan disita.

Penyitaan pertama kali terjadi sekitar pukul 13.30 tadi malam (9/6) di Perumahan Bangeran, Desa Kamolan, Blora. Lanjut ke Perumahan Pakis, Perumahan Beran, dan Perumahan Blingi, di Desa Tunjungan, Blora.

Penyitaan itu juga dikawal polisi. Penyidik ​​Bareskrim Polri langsung menempelkan stiker sita bangunan dan rumah di pintu rumah masing-masing pelanggan. Ratusan rumah disita terkait kasus korupsi di Bank Jateng Cabang Blora tahun 2018-2019.

FA, salah satu pelanggan yang rumahnya juga disita, mengaku bingung dengan penyitaan tersebut. Karena dia sulit untuk membayar dan membayar sesuai prosedur. “Kami bingung. Kami ingin punya rumah. Serah terimanya juga sesuai prosedur,” jelasnya.

Baca:  Sempat Ditutup, Wisata Kedung Ombo Kini Mulai Dibuka Lagi untuk Umum

Dia mengaku sudah tinggal di rumah itu sejak 2019. Saat ini, dia pasrah saja dengan keadaan. “Kami mengikuti prosedur yang ada. Kami bingung harus berbuat apa. Ini disita langsung oleh Bareskrim Polri,” imbuhnya.

Meski sudah disita, mereka tetap akan menempati rumah tersebut. Sampai ada keputusan pengadilan. “Sesuai mekanismenya. Saya tidak tahu. Masih bingung. Tetap di sini. Masih layak huni,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Lingkungan Perumahan Blingi, Pariadi, mengakui puluhan rumah disita. Artinya, pembayarannya tidak lancar. “Kalau tidak salah ada sekitar 30 rumah. Hanya ditempel stiker. Masih layak huni. Yang jelas masih layak huni dan tidak bisa ganti bangunan,” katanya.

Ubaidillah Ro’uf selaku pengembang perumahan belum memberikan keterangan terkait penyitaan kemarin. Radar Suci telah mencoba menghubungi Ubaid. Tapi tidak ada respon.

Baca:  Cerita Warga Kudus Isolasi di Donohudan: Nyaman, Tak Kekurangan Makan

Saat ini, Penyidik ​​Mabes Polri telah menetapkan Rudatin Pamungkas alias Amung, mantan Kepala Bank Sentral Blora sebagai tersangka kasus korupsi penyaluran Kredit Bergulir (R/C), pinjaman proyek, dan Kredit Pemilikan Rumah (KPR).

Selain itu, Polres Blora juga telah menunjuk mantan Kepala Bank Blora Cabang Jawa Tengah, Taufik Zuliatmiko. Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus kejahatan perbankan. Taufik Zuliatmiko disangkakan Pasal 49 ayat (1) huruf b dan/atau Pasal 49 ayat (1) huruf c dan/atau dan Pasal 49 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 1998 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 7 Tahun 1992 Tentang Perbankan.

.

Komentar