Pedagang Minta Diizinkan Jualan, Tapi Dinas Tetap Menolak karena Ini

by -6 views
Pedagang Minta Diizinkan Jualan, Tapi Dinas Tetap Menolak karena Ini

SUCI – Pedagang pasar tiban di Desa Janggalan, Kecamatan Kota dicadangkan untuk bisa berjualan kembali. Tapi Departemen Perdagangan masih mendorong. Karena keterbatasan tenaga kerja dan dibanjiri pembeli. Terutama selama budaya pabrik.

Kepala Dinas Perdagangan Kudus, Sudiharti, mengatakan jika ingin berjualan disediakan tempat di Pasar Baru. Pengawasan lebih ketat daripada berjualan di area overhang di sekitar pabrik.

“Selain itu zona merah tidak bisa dijual. Kalau tidak sabar, jual di Pasar Baru. Tempat masih tersedia,” jelasnya.

Ditambahkannya, begitu diizinkan, pedagang pasar lain tiba-tiba ikut berjualan. Setiap hari patroli masih dilakukan oleh kucing dan tikus bersama satgas. Sangat disayangkan bahwa mereka tidak membiarkannya terbuka. Dengan mempertimbangkan banyaknya pembeli dan terbatasnya jumlah gugus tugas.

Baca:  Mas Gilang: Pegang Teguh Ideologi Pancasila

“Ya pedagangnya proke, tapi yang beli setelah pabrik langsung ramai. Lebih aman kita tutup. Jaga kondisi Kudus sampai cepat sembuh dan kasus Covid-19 naik lagi,” jelasnya.

Sudiharti menjelaskan, para pedagang di pasar Tiban sebenarnya adalah pedagang ilegal. Sebagai solusi, ia memberikan alternatif pilihan bagi para pedagang pasar untuk berjualan di Pasar Baru Kudus.

“Karena protokol kesehatan di Pasar Baru berjalan lancar. Ada juga petugas yang memantau protokol kesehatan,” ujarnya.

Bupati Kudus Hartopo mengatakan, perpanjangan penutupan Pasar Tiban di Kudus dimulai pada 7 Juni 2021 hingga batas waktu yang belum ditentukan. Menyesuaikan dengan perkembangan kasus Covid-19 di Kudus. “Nanti kalau turun kasusnya di bawah seribu,” jelasnya.

Baca:  Tindaklanjuti PPKM Darurat, Empat Jalan Perbatasan Ditutup

.

Komentar