Isolasi Mandiri di Hotel Kencana Pati Dianggarkan Rp 3 Juta per Orang

by -25 views
Isolasi Mandiri di Hotel Kencana Pati Dianggarkan Rp 3 Juta per Orang

CERITA – Biaya perawatan pasien terisolasi COVID-19 (isoman) di Hotel Kencana Pati dijamin Rp 3 juta per orang. Pembayaran ini untuk jangka waktu segregasi 14 hari.

Biaya pengobatan di karantina oleh pemerintah. Hal ini berdasarkan Keputusan Menteri Kesehatan (KMK) Republik Indonesia Nomor HK.01/07/Menkes/446/2020. Ini tentang instruksi teknis untuk mengklaim penggantian layanan untuk pasien infeksi yang muncul.

“Untuk pengasingan, kami menyewa hotel untuk satu orang seharga Rp 3 juta selama 14 hari. Ini berasal dari dana belanja tak terduga. kata Kepala Badan Pengelola Keuangan Daerah (BPKAD), Turi Atmoko saat dikonfirmasi melalui pesan singkat.

Berapa perkiraan yang ada, kata dia, perkiraan itu akan menjadi satu dengan penanganan Covid-19. Dapatkan pengeluaran tak terduga. Jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan. “Biaya pengobatan ini sudah termasuk tindakan di dalam ruangan. Seperti pemeriksaan kesehatan, obat-obatan hingga ketersediaan alat pelindung diri (APD) di dalam ruangan,” imbuhnya.

Baca:  Motoran Malam-Malam, Bupati Jepara Bagikan Sembako ke PKL

Meski dibiayai oleh pemerintah pusat, kata Turi, saat ini seluruh pasien di Hotel Kencana masih dibiayai oleh Pemda Pati melalui dana belanja tak terduga dalam APBD. Biaya pengobatan ini akan dibebankan kepada Kementerian Kesehatan untuk menggantinya.

Sementara itu, Bupati Haryanto menambahkan, saat ini sekitar 89 orang menginap di hotel tersebut. Sedangkan jumlah kamar meliputi 92 tempat.

“Itu tergantung masa sewa hotel untuk budget. Kalau begitu, berapa lama akan disewakan sampai kasus Corona mereda. Ini adalah pusat isolasi terpusat kedua kami untuk OTG. Kami memiliki beberapa pusat isolasi terpusat seperti pendidikan dan pelatihan keluarga berencana dan “Selain itu, kami juga melakukan isolasi di tingkat RT/RW,” imbuhnya.

Baca:  Seleksi Perangkat Desa Tak Ada Titipan

Sewa hotel, sesuai arahan Presiden dan Gubernur. Ia diminta menambah lagi tempat pengasingan, agar tidak terjadi masalah. Maka dengan arah itu, Haryanto menyiapkan hotel sebagai tempat isoman.

“Selain pengasingan di hotel, ada juga isoman di rumah mereka. Saya juga sudah memerintahkan desa, kelurahan, dan puskesmas untuk memantau warga yang menjalani karantina di rumah,” ujarnya. (adr)

.

Komentar