Samsat Pungli

by -9 views
Samsat Pungli

CERITA, Radar Suci – Pengecekan nomor rangka dan nomor mesin kendaraan bermotor di Samsat Pati dikenakan biaya Rp 5 ribu per sepeda motor. Untuk kendaraan, Rp 20 ribu per kendaraan. Pembayaran ini tidak tercantum dalam Peraturan Pemerintah (PP) PP No. 76 Tahun 2020 sebagai pengganti PP No. 60 Tahun 2016. Peraturan ini adalah tentang jenis dan tingkat penerimaan negara bukan pajak yang berlaku pada kepolisian Negara Republik Indonesia.

Wartawan dari surat kabar Jawa Pos Radar Kudus mencoba mendeteksi praktik pungli (pemerasan) di instansi tersebut. Beberapa petugas memeriksa kendaraan tersebut. Kemudian seorang petugas mendekat. Saat ditanya pejabat, wartawan surat kabar itu mengatakan dia membawa seorang teman.

Baca:  Janji Bangun Jembatan Ternyata Zonk

Sepuluh menit kemudian petugas lain datang dan duduk di sebelah reporter surat kabar ini. Berapa banyak kendaraan yang bisa Anda dapatkan di sini dalam sehari? ”Tanya reporter kepada salah satu petugas. “Penuh ini Mas. Sehari sekitar 200 kendaraan,” jawab petugas itu.

Mengenai jam buka, kata petugas, Senin hingga Sabtu buka. Kisarannya adalah pukul 08.00-15.00. Tapi untuk hari Jumat dan Sabtu setengah hari. jam 12 siang selesai.

Sekitar 20 orang terlihat menunggu pengecekan nomor sasis di Samsat Pati kemarin (18/6). Dimulai pukul 09.00-10.00. Beberapa pendaftar perpanjangan STNK lima tahun dan nomor polisi (nopol) tampaknya telah memberikan Rp 5.000 kepada salah satu petugas.

Baca:  Duh! Belum Sempat Ditempati, Kios Relokasi PKL di Rembang Malah Ambruk

Hal senada dialami warga Gembong, Fian, 29, salah seorang pendaftar. Dia ingin memperpanjang sepedanya. Tapi dia bingung ketika ada biaya tambahan ini. Katanya, di daerah lain tidak seperti ini.

“Sebelumnya saya juga melihat perempuan yang bayar ini. Dia (ibu-ibu) kasih Rp 50 ribu. Tapi petugasnya menolak. Soalnya, minta uang yang pas (Rp 5 ribu),” jelasnya.

Dijelaskannya, jika membayar ganti plat nomor adalah wajar. Yakni Rp 60 ribu. Fian menghabiskan Rp 400 ribu untuk mengurus ini (belum termasuk biaya tambahan).

Perbedaan harga tersebut dialami oleh Triono, salah satu pendaftar tersebut. Ia membayar Rp 20.000 untuk mengecek nomor mesin mobilnya.

Menanggapi hal tersebut, Samsat tidak memiliki kewenangan dalam hal ini. Tugas mereka hanya menyiapkan faktur pajak. Soalnya, pengecekan nomor kendaraan tersebut merupakan tugas polisi yang bertugas di Samsat.

Baca:  Hilal Ariadi Dilantik Lagi Jadi Direktur RS Aisyiyah Kudus

Sementara itu, Brigadir Edi Wiyono, petugas STNK di Samsat, menghindari biaya tambahan ini. Menurutnya, mungkin saja kehadiran pejabat yang tidak bertanggung jawab. “Saya sudah bilang ke petugas. Jangan minta uang lagi. Kalau dikasih sepintas. Saya tidak terima uangnya. Nanti saya konfirmasi lagi ke petugasnya,” ujarnya. (tim)

.

Komentar