Sepekan, Tiga Kali Laporan PHK Sepihak di Jepara, Apa Faktornya?

by -2 views
Sepekan, Tiga Kali Laporan PHK Sepihak di Jepara, Apa Faktornya?

JEPARA – Sejak awal tahun 2020 hingga sekarang, terjadi peningkatan kasus perselisihan hubungan industrial. Salah satunya adalah kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) sepihak. Bahkan, dalam seminggu, Koperasi Jepara, UKM, Tenaga Manusia, dan Perkhidmatan Transmigrasi (DinkopUKMnakertrans) menerima laporan hingga tiga kali seminggu.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi untuk UKM Jepara, Samiadji, melalui Kepala Bidang Tenaga Kerja dan Transmigrasi, Eko Sulistiyono, mengatakan masalah itu sudah terjadi sejak tahun lalu. “Tepat di awal tahun,” jelasnya.

Faktornya bervariasi. Mulai dari pandemi Covid-19, volume produksi tidak sebanding dengan jumlah karyawan, pesanan turun sesuai kebutuhan penyesuaian karyawan. “Faktornya hampir sama. Pandemi salah satunya,” pungkasnya.

Baca:  Olahraga fitnes diperlukan usaha ekstra agar kebugaran terjaga. Olahra

Ia memperkirakan jumlah pekerja yang diberhentikan secara sepihak lebih dari itu. Namun, sejauh ini laporan diterima dua hingga tiga kali seminggu.

Dalam aturan pemutusan hubungan kerja dengan karyawan, harus diketahui oleh kedua belah pihak. Apalagi dalam PHK tidak serta merta dilakukan. Harus memenuhi ketentuan kontrak yang dibuat antara perusahaan dan karyawan. (ROM)

.

Komentar