Hendak Disembelih, Sapi Kurban di Jepara Malah Ngajak ”Jalan-Jalan”

by -2 views
Hendak Disembelih, Sapi Kurban di Jepara Malah Ngajak ”Jalan-Jalan”

JEPARA – Seekor sapi kabur dan masuk Jalan Pemuda Jepara sekitar pukul 08.30 kemarin. Sapi tersebut merupakan salah satu hewan kurban milik Masjid Al-Mubarok di RT 2/RW 5, Desa Potroyudan, Jepara. Sapi itu memberontak, diduga karena tekanan saat hendak disembelih.

Kejadian bermula saat giliran sapi yang akan disembelih. Tempat penyembelihan berada di halaman Masjid Al-Mubarok. Tiba-tiba sapi memberontak sampai tali di hidung sapi putus.

Beberapa warga berusaha agar sapi-sapi itu tidak lari. Tapi gagal. Sapi itu berhasil kabur dan masuk ke Jalan Pemuda di tengah Kota Jepara. Ada sekitar 10 warga yang berusaha mengusir sapi-sapi yang “berjalan” di depan SDN 2 Jepara. Tapi gagal.

Baca:  Ditagih Penambang Modal, Pemerintah Malah Beri Topi Pelindung

Pemberontak: Warga mengejar sapi yang kabur saat hendak disembelih di Jalan Pemuda Jepara kemarin.
(SALURAN BUDIARTO UNTUK KUDUS RADAR)

Sapi itu kabur dan masuk ke kompleks perumahan. Sapi pengungsi berhasil diamankan di Dusun Jenggala, Desa Saripan, Kota. Penduduk desa berhasil menangkap sapi menggunakan teknik tali laso. Proses penangkapan sapi tersebut selesai sekitar pukul 09.30.

Saksi mata Kanal Budiarto mengaku telah menelepon polisi untuk membantu melumpuhkan sapi-sapi itu. “Untungnya, sebelum diterapkan, sapi-sapi itu ditangkap,” katanya.

Panitia Penyembelihan Masjid Al-Mubarok Potroyudan Purwadi mengatakan, pencarian sapi lepas melibatkan seluruh panitia kurban. Juga dibantu warga. Ia bersyukur, meski sapi masuk ke desa, tidak menimbulkan kerusakan atau korban jiwa.

Baca:  Jepara Belum Perlu Dibuka Ruang Isolasi Baru karena Faktor Ini

Setelah berhasil ditangkap, sapi itu langsung disembelih. Namun di tempat terpisah dengan hewan kurban lainnya. “Agar tidak marah lagi, karena melihat teman-temannya dibantai,” kata Purwadi.

Tahun ini, Masjid Al-Mubarok Potroyudan menyembelih tiga ekor sapi. Proses penyembelihan dilakukan kemarin usai salat Idul Fitri. Daging kurban langsung dibagikan kepada masyarakat pada hari itu juga. Ada sekitar 400 penerima.

“Dagingnya langsung dibagikan dan dikirim langsung oleh panitia ke rumah-rumah warga. Kita patuhi protokol kesehatan. Panitianya juga terbatas. Hanya sekitar 24 orang,” tambah Purwadi. (ROM)

.

Komentar