Oknum Leasing Diduga Curas

by -2 views
Oknum Leasing Diduga Curas

CERITA – Mobilio Haryanto, warga Desa Soneyan, Margoyoso, Pati, dengan nomor polisi (nopol) K-9344SH, diamankan petugas tenant BCA Finance Semarang. Menurut UU No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, penyitaan harus dilakukan melalui pengadilan.

Lokasi kejadian di Genuk, Semarang, mobil berwarna hitam itu dicegat. Mobil tersebut dikendarai oleh Roynaldo (putra Haryanto) untuk mengambil tugas kuliahnya. Tiba-tiba sekitar pukul 10.00 sebuah mobil menghentikannya.

“Kemudian salah satu petugas rental memaksa saya mengemudikan mobil. Kemudian anak saya dibawa ke kantor BCA Finance Semarang. Setelah itu, mereka harus menandatangani surat. Anak saya ditinggal di sana,” jelasnya.

Setelah kejadian itu, tidak ada waktu untuk melapor ke polisi. Dia mengatakan bahwa putranya tidak mengerti dan masih bingung. “Sebulan yang lalu kasusnya. Saya melalui proses demi proses. Terjebak. Saya tidak tahu harus berbuat apa lagi,” katanya.

Baca:  Rampung Berbagi, Lanjut Lantik Pengurus

Mobil Haryanto masih terus kredit atas nama Oditya Malzalhaeno. Dengan nomor kontrak kredit 500001230004489001. Ia telah membayar uang muka sebesar Rp. 60 juta. Kemudian angsuran berjalan selama dua tahun. Kemudian karena pandemi COVID-19, ia tidak mampu mengembalikan pinjaman sebesar Rp 3,7 juta sebulan.

“Seharusnya ada pemberitahuan sebelumnya. Jangan main paksa,” ujarnya.

Haryanto mencoba menemui pimpinan BCA Finance Semarang. Namun, tidak membuahkan hasil. Belum ada informasi lebih lanjut mengenai mobil tersebut.

“Saya juga bertemu dengan BCA Finance Kudus. Hasilnya keputusan di tangan pimpinan. Niatnya untuk membayar cicilan yang ditangguhkan tiga bulan ditambah denda. Tapi pimpinan belum merespons sampai sekarang,” jelasnya.

Jadi dia meminta pengacara dari pengacara di Pati. Kuasa hukum Riyanta yang juga Ketua Gerakan Jalan Lurus (GJL) itu menambahkan, Haryanto meminta bantuan penasihat hukum. Hal ini telah menyebabkan pencurian kekerasan.

Baca:  Polisi Gagalkan Distribusi Ratusan Miras

“Perampokan adalah sebuah istilah. Proses produksi tidak bisa sembarangan. Putusan MK akan melalui pengadilan jika ada penarikan seperti itu,” jelasnya.

Menurutnya, ini juga merupakan kejahatan murni. Harus diproses secara hukum. Ini adalah tindakan kriminal dan meresahkan masyarakat.

“Kami akan mengunjungi kantor BCA Finance Kudus dan Semarang. Jika perlu, akan dilakukan demo pada Kamis depan,” ujarnya.

Saat ini pihaknya akan membuat berita acara terkait UU No. 8 tahun 1999 tentang perlindungan konsumen. Dan dilanjutkan ke pihak berwajib.

“Targetnya Polda Jateng. Ini harus ditelusuri siapa pelakunya, pelaku intelektual. Mohon maaf atas sewa menyewa ini. Mereka bersembunyi di balik celah hukum. Tidak menutup kemungkinan hasil sitaan tidak akan dilelang. Bahkan dibeli di bawah miliknya. tangan sendiri. Selain itu, debitur tidak memiliki kesempatan untuk mendeteksi. Jika ditemukan tidak kondusif,” tutupnya. (adr)

Baca:  Awas! Toko Modern Juga Wajib Berizin

.

Komentar