Terima SK Pengangkatan, Tenaga Honorer di Kudus Akhirnya Lega

by -42 views
Terima SK Pengangkatan, Tenaga Honorer di Kudus Akhirnya Lega

SUCI – Tenaga honorer (K2) yang lolos rekrutmen pejabat pemerintah berdasarkan perjanjian kontrak (PPPK) mendapat keputusan pengangkatan kemarin (25/2). Mereka akhirnya lega.

Tempat pemberian SK dibagi menjadi tiga lokasi. Yakni di Pendapa Kudus, Komad center, dan lapangan tennis indoor. Jumlah penerima SK 97. Terdiri dari 72 tenaga pendidik dan 25 petugas bina pertanian.

Plt Bupati Kudus Hartopo mengatakan, setelah menerima SK tersebut, pihaknya bisa langsung bekerja lebih aktif. Jangan terbalik. Sebelum diangkat, kerja maksimal. Setelah diangkat, dia malas.

“Khusus untuk guru, pengawasan untuk siswa dimaksimalkan. Pandemi ini bukan hari libur. Harus ada inovasi pembelajaran, agar siswa tidak merasa bosan,” terangnya.

Baca:  Pencairan Gaji Pegawai Kontrak di Blora Molor, Mengapa Bisa Demikian?

Hartopo juga menyarankan penyuluh pertanian untuk mengambil bola untuk pendidikan dan sosialisasi petani. Pasalnya, di lahan pertanian banyak yang tidak memiliki kartu pertanian untuk mendapatkan pupuk bersubsidi.

“Sebenarnya sama dengan pegawai negeri sipil (PNS), tapi PPPK itu sistem kontrak. Rata-rata sampai lima tahun. Tapi yang masuk pensiun hanya satu sampai dua tahun. Koordinasikan durasi kerja,” jelasnya.

Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan (BKPP) Kudus Catur Widyatno menjelaskan, PPPK ini tidak memiliki pendidikan latsar (latsar), karena tidak memerlukan bimbingan teknis dari pusat. Mengingat, banyak masyarakat paruh baya yang belum memahami penggunaan laptop dan teknologi komputer.

Dia menambahkan, setidaknya PPPK merasa lega. SK sudah dikeluarkan dan bisa langsung dikerjakan dalam formasi yang diusulkan. Untuk tenaga honorer dari bidang pendidikan, rata-rata sesuai dengan sekolah asal mereka mengajar.

Baca:  Pembangunan gedung Islamic Centre dipastikan tak akan rampung sesuai r

“PPPK memperlakukan sama seperti PNS, Nomor Induk Pegawai (NIP) sama. Bedanya, mereka tidak mendapatkan pensiunan,” jelasnya.

Menurut Catur, rata-rata kontrak didasarkan pada usia dengan mendekati masa pensiun. Lulusan PPPK berusia di atas 40 tahun. Ada yang punya waktu kurang dari setahun untuk pensiun, setidaknya mereka merasakan janji temu.

Ada dua orang yang secara simbolis menerima keputusan dari Plt Bupati Kudus Hartopo.

.

Komentar