PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN TJB) kembali salurkan

by -57 views
PLN Unit Induk Pembangkitan Tanjung Jati B (PLN TJB) kembali salurkan

JEPARAUnit Pembangkit Utama PLN Tanjung Jati B (PLN TJB) kembali menyalurkan bantuan pembangunan infrastruktur masyarakat melalui program fly ash dan bottom ash (FABA). Kali ini, PLN TJB mendonasikan 32.600 buah untuk renovasi Masjid Darul Muttaqin, Desa Kaliaman, Kembang, Jepara. Penyerahan secara simbolis dilakukan langsung oleh General Manager PLN TJB Rachmat Azwin kepada Ketua Takmir Masjid Sudarlim pada Selasa (2/3).

“Pengerasan jalan ini dari bahan FABA yang kami proses sehingga bisa digunakan untuk pembangunan fasilitas umum. Trotoar ini lebih kuat dan lebih murah dibandingkan pemasangan di pasar,” kata Azwin saat berbicara kepada pengurus masjid.

Azwin juga menjelaskan, tahun ini PLN TJB telah berhasil mendistribusikan 115.778 buah dan 82.100 batu bata dari FABA untuk pembangunan infrastruktur. Setelah tahun lalu tercatat 15.241 paving dan 20.466 batu bata.

Baca:  Lima Ribu Lansia di Blora Jadi Target Vaksin

PRODUKSI: Proses pembuatan paving berbahan dasar FABA. Bahan dasar ini tidak lagi termasuk dalam daftar limbah B3.
(PLN TJB UNTUK RADAR KUDUS)

“Penggunaan ini digunakan untuk program renovasi rumah, pembangunan infrastruktur, serta renovasi fasilitas umum,” kata Azwin.

Pasca terbitnya PP nomor 22 tahun 2021 Azwin yakin penggunaan FABA untuk pembangunan infrastruktur bisa meningkat signifikan. PP telah menempatkan FABA dari daftar bahan berbahaya dan beracun (B3). “Tentu saja FABA bisa digunakan untuk menggantikan pasir, sehingga mengurangi galian C yang merusak lingkungan,” sambung Azwin.

Azwin berharap pemerintah kabupaten dan dunia usaha dapat berkolaborasi dalam menggunakan FABA untuk mengembangkan infrastruktur daerah.

“Dari studi yang ada, FABA bisa menghemat sekitar 30 persen. Jadi bisa lebih optimal,” kata Azwin.

Baca:  Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri Jepara mendeklarasikan diri sebagai SL

Secara terpisah, Bupati Jepara Dian Kristiandi menyambut baik potensi pemanfaatan FABA di sektor pembangunan infrastruktur. Dimana Pemkab Jepara masih gencar menjalankan program pembangunan jalan dan rumah yang tidak layak huni. “Lebih menguntungkan bagi pemerintah untuk mengambil tindakan,” tambahnya.

Andi – panggilan akrabnya – akan mendorong penggunaan FABA jika bisa digunakan dalam studi laboratorium. Karena tidak lagi termasuk dalam daftar sampah B3. Pihaknya tidak menolak penggunaan FABA.

“Seharusnya itu dengan proses perizinan dan macam-macamnya. Atau seperti yang belum dilihat secara detail. Tapi pada prinsipnya kalau bisa digunakan secara umum, seperti barang tidak berbahaya lainnya tentu akan kita gunakan,” ujarnya. kata.

.

Komentar