Masa Kontrak Kerja Habis – Berita Madura

by -33 views
Masa Kontrak Kerja Habis – Berita Madura

MENENTANGSEBUAHLAN, Indonesiaonline.co.id – Puluhan pekerja migran Indonesia (PMI) asal Bangkalan tiba di Kota Salak, Minggu (2/5). Mereka dijemput oleh tim dari Bangkalan Industri dan Jasa Ketenagakerjaan (Disperinaker) dari Asrama Haji Surabaya. Mereka kembali ke kampung halaman karena kontrak kerja mereka di luar negeri telah habis.

Puluhan PMI dari Malaysia dan Singapura tercatat. Kemudian menjalani karantina di Pusdiklat Badan Pengembangan Kepegawaian dan Aparatur (BKPSDA) di Jalan Soekarno-Hatta, Bangkalan. Untuk mengantisipasi lambannya PMI, petugas menyita paspornya.

Ali Suarti, salah satu PMI yang ditemui Indonesiaonline.co.id, mengaku sudah lima tahun menjajal peruntungan di Malaysia. Ia melalui jalur resmi alias legal. Dia pulang karena kebutuhan keluarga. “Saya pulang bersama keluarga saya (istri, Red),” ujarnya.

DATA: Anggota BPBD Sampang mencatat PMI tiba di Balai Latihan Kerja (BLK).
(KKM. IQBAL / RadarMadura.id)

Pria asal Desa Pakes, Kabupaten Konang ini mengaku pernah menjalani masa karantina di Kota Pahlawan. Karena itu, menurutnya tidak perlu menjalani karantina di pusat pelatihan BKPSDA. Namun, karena paspornya ditahan, akhirnya dia memilih menyerah dan mengikuti saran pemerintah.

Baca:  Konsumsi Narkoba, Dua Pelajar di Pamekasan Diamankan Polisi - Berita Madura

Kepala Bidang Pelatihan Kerja dan Penempatan Tenaga Kerja Disperinaker Bangkalan Hariyani Fitrianingsih mengatakan, sebanyak 147 PMI telah tiba. Urutannya, Jumat (30/4) 23 orang, Sabtu (1/5) 34 orang, Minggu (2/5) 16 orang, dan Senin (3/5) 74 orang.

Yani menjelaskan, rata-rata PMI masuk karena habisnya masa kontrak dengan perusahaannya. Ada juga PMI yang sengaja pulang karena ada keperluan. Ia membantah adanya PMI yang dipulangkan karena keluar secara ilegal. “Kalau dideportasi, prosedurnya beda. Misalnya ada pengantar dari KBRI,” ujarnya.

Menurut dia, masa karantina harus diikuti puluhan PMI selama tiga hari atau hingga keluar hasil sweep. Ia memastikan seluruh PMI menjalani karantina dan tidak mengungsi dari pusat pelatihan BKPSDA. Sebab, pihaknya sudah mendapatkan semua paspor milik PMI. “Kalaupun ada yang pulang, mereka harus kembali karena paspornya ada pada kami,” tambahnya.

Anggota Komisi B DPRD Bangkalan Abdul Aziz meminta pencatatan PMI dengan benar. Ia meminta puluhan PMI difasilitasi agar bisa mendapat pekerjaan atau diberi pelatihan. “Mereka harus dibina agar tertarik bekerja di sini (Indonesia, Red). Sebab, bekerja di luar negeri itu penuh risiko,” imbuhnya.

Baca:  Kapolres Didik Ajak Insan Pers Tangkal Hoaks - Berita Madura

Politisi PPP ini mengatakan bahwa rata-rata orang yang menjadi PMI adalah tulang punggung keluarga. Jika tidak diberikan pelatihan maksimal, mereka akan kembali bermigrasi. “Makanya harus ada pekerjaan yang layak bagi PMI yang sudah kembali,” ujarnya.

Ratusan PMI dari Sampang pun berdatangan. Rata-rata mereka pulang karena kontrak kerja sudah habis. Sikap tegas pemerintah daerah terhadap ratusan orang itu belum jelas. Saat ini kami masih fokus mengumpulkan data.

Sampang Agus Sumarso, Plt Kepala Bidang Penempatan dan Pengembangan Tenaga Kerja Pelayanan Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu dan Tenaga Kerja Satu Atap (DPMPTSP dan Naker), mengungkapkan total PMI yang akan dipulangkan diperkirakan mencapai ribuan. Namun, jumlah pastinya belum diketahui secara pasti karena jumlah yang datang setiap hari berbeda-beda.

Hingga saat ini, 282 warga telah dideportasi dari Singapura dan Malaysia. Rinciannya, Jumat (30/4) ada 106 orang, Sabtu (1/5) ada 41 PMI, Minggu (2/5) 32 warga, dan Senin (3/5) ada 103 orang. Di sini saya jemput dia di Surabaya, katanya.

PMI yang masuk masih tercatat. Tentang tempat tinggal, tujuan pergi ke luar negeri, memiliki paspor, dan sejenisnya. Banyak dari mereka yang dideportasi dari luar negeri karena telah menyelesaikan pekerjaannya. Makanya mereka harus dipulangkan, kata Agus.

Baca:  Pers Miliki Peranan Penting Bidang Pengawasan - Berita Madura

DPMPTSP dan Naker Sampang belum memikirkan langkah apa yang akan diambil untuk menyikapi ratusan PMI yang telah dipulangkan. Pihaknya masih fokus mengumpulkan data. Bisa saja, kata Agus, ke depan akan diberikan pelatihan khusus, dengan harapan mereka tidak lagi kembali ke luar negeri dan membuka lapangan kerja baru di Kota Bahari.

DPMPTSP dan Naker Sampang memberikan sejumlah pelatihan kerja bagi para penganggur. Tujuan dari latihan ini adalah untuk memberikan lebih banyak wawasan kepada masyarakat. Misalnya berkenaan dengan pelatihan menjahit, otomotif, dan sejenisnya. “Tapi untuk PMI ini nanti akan kita bahas lagi,” imbuhnya.

Sekretaris Daerah (Sekkab) Sampang Yuliadi Setiyawan mengatakan, pihaknya memang telah menerima sejumlah laporan terkait kembalinya PMI. Banyak dari mereka yang pulang karena masa kerja sudah habis. “Nanti kami akan mendorong instansi terkait untuk memberikan pelatihan,” ucapnya. (jup/ iqb)

.

Komentar