Pasien Covid-19 Asal Bangkalan Meninggal di RSUD Sampang – Berita Madura

by -33 views
Pasien Covid-19 Asal Bangkalan Meninggal di RSUD Sampang – Berita Madura

PERNIS, Indonesiaonline.co.id – Masyarakat harus lebih waspada terhadap penyebaran Covid -19. Salah satu pasien meninggal di RS Dr. Mohammad Zyn Sampang, Rabu (9/6). Pasien perempuan berasal dari Bangkalan.

Informasi yang dihimpun Indonesiaonline.co.id (JPRM), pasien yang meninggal berinisial L, 70. Tempat tinggal wanita tua itu berada di Kabupaten Bangkalan. Wiraswasta diketahui sakit dan dirawat di RS Dr Mohammad Zyn Sampang sejak Jumat, 4 Juni 2021.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes KB) Sampang Yuliono mengatakan, L mengembuskan napas terakhir saat masih dirawat di RS Dr Mohammad Zyn. Kondisi tersebut diperparah setelah hasil polymerase chain reaction (PCR) menunjukkan positif Covid-19.

Gejala yang dialami pasien adalah sesak napas dan terjadi pneumonia akibat infeksi (radang paru-paru). “Dia (almarhum) jatuh sakit saat mengunjungi rumah cucunya di Sampang. Kemudian, pihak keluarga membawanya ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan,” ujarnya kemarin (10/6).

Baca:  Nelayan Terdampak Eksplorasi Sumur Hidayah I - Berita Madura

Meninggalnya pasien Covid-19 asal Bangkalan membuat Pemerintah Kabupaten Sampang bergerak cepat. Tim pelacak dari Puskesmas Kamoning melacak keluarga mendiang L kemarin. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran virus corona.

“Infeksinya dari mana kita tidak tahu. Yang jelas kita akan berusaha menghentikan potensi penyebaran virus itu,” kata Yuli.

Kepala Puskesmas Kamoning, Intan Retnosari menjelaskan, penanganan pasien L sejak awal ditangani oleh RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang. Berdasarkan hasil pemeriksaan dokter jaga (DPJP), pasien dinyatakan positif pada 5 Juni setelah dilakukan tes swab PCR. Oleh karena itu, pasien dirawat dan diisolasi di Ruang TULIP (transurethral ultrasound-guided laser prostatectomy).

Dia melakukan penggeledahan terhadap keluarga pasien setelah mendapat informasi dari tim rumah sakit pada 8 Juni lalu. Keesokan harinya, Intan menerima kabar bahwa L telah meninggal dunia. “Tim kami langsung menelusuri keluarga pasien yang tinggal di Sampang,” jelasnya.

Baca:  Setahun, Anggaran Listrik PJU Capai Rp 6,4 Miliar - Berita Madura

Kemarin, Tim Tracking dari Puskesmas Kamoning mengunjungi rumah keluarga almarhum L. Selama ini, L sering berkunjung ke Sampang – Bangkalan. Untuk itu, pihaknya melakukan penyisiran PCR ke seluruh keluarga almarhum yang tinggal di Sampang.

Meski demikian, Puskesmas Kamoning belum bisa memastikan sumber penularan Covid-19 yang merenggut nyawa pasien L. “Keluarga sedang gotong royong dan saat ini dalam proses isolasi sambil dipantau oleh tim tracking dan bhabin,” ujarnya.

Berdasarkan hasil pencarian, L terakhir pergi ke Kota Salak dua minggu lalu. L diduga terinfeksi Covid-19 dari tetangganya. Pasalnya, informasi saat itu ada beberapa tetangga yang sakit. “Pasien tidak pernah ke pasar karena sudah tua. Tapi mereka sering bermain dengan tetangga sekitar,” kata Intan.

Baca:  Berkas Pengajuan Gelar Pahlawan Masuk Kemensos - Berita Madura

Menurut Intan, ada beberapa sumber penularan yang sudah menyebar ke beberapa kecamatan. Diantaranya adalah kedatangan Tenaga Kerja Indonesia (PMI) atau tetangganya yang berasal dari Kabupaten Arosbaya. “Kami tidak memiliki akses jalan setapak ke Bangkalan,” tambahnya.

Sementara itu, 12 pasien yang diduga terpapar Covid-19 dirawat di RSUD Sampang hingga kemarin. Enam pasien terindikasi terpapar virus corona dari hasil PCR scan. Sedangkan lima lainnya masih menunggu hasil penyisiran. Ada 3 pasien dengan KTP Bangkalan.

“Ada enam pasien asal Bangkalan yang dirawat. Hanya 3 pasien yang dirawat di rumah sakit di sini,” kata Direktur RSUD dr. Mohammad Zyn Sampang, Agus Akhmadi. (bil)

.

Komentar