DBHCHT RSUD Waru Capai Rp 2 Miliar – Berita Madura

by -9 views
DBHCHT RSUD Waru Capai Rp 2 Miliar – Berita Madura

PAMEKASAN, Indonesiaonline.co.id – Pemerintah Kabupaten Pamekasan mendapat alokasi Rp 64 miliar untuk penyaluran penerimaan cukai hasil tembakau (DBHCHT) tahun ini. Sebanyak Rp 2 miliar dialokasikan untuk RS Waru. Dana tersebut digunakan untuk pembelian obat, vaksin, dan perawatan rutin alat kesehatan.

Direktur RSUD Waru Pamekasan, dr. Hendarto, mengatakan dana tersebut dibagi menjadi empat kegiatan. Pertama, pengadaan obat dan vaksin sekitar Rp 900 juta. Kedua, pembelian perlengkapan rumah sakit (BHP) sekitar Rp 900 juta.

Ketiga, pemeliharaan peralatan rutin dan berkala sekitar Rp 158 juta. Keempat, kalibrasi alat kesehatan di RS Waru sekitar Rp 41 juta. “Dari kegiatan tersebut, ada yang kami selenggarakan, ada yang masih dalam proses,” ujarnya kepada Indonesiaonline.co.id.

Baca:  PPKM Berbasis Mikro Harus Dijalankan Maksimal - Berita Madura

Hendarto menjelaskan, kegiatan yang telah dilaksanakan adalah pengadaan obat dan BHP. Dia mengatakan beberapa obat dan BHP telah tiba. “Pengadaan dilakukan secara bertahap. Namun, 60 persen dari perkiraan DBHCHT tersebut sudah terealisasi,” jelasnya. “Sedangkan sisanya sedang dalam proses,” imbuh Hendarto.

Hendarto menjelaskan, pengadaan obat di RS Waru menggunakan DBHCHT tidak khusus untuk pembelian obat Covid-19. Namun, obat untuk penyakit umum di rumah sakit. “Semua obat dibiayai oleh DBHCHT, karena DAU kami tidak dapat diterima,” jelasnya.

Ia mengatakan, seluruh anggaran yang dialokasikan dari DBHCHT telah diverifikasi Pemprov Jatim pada April 2021. Alokasi DBHCHT sebesar Rp 2 miliar merupakan suntikan penting bagi RSUD Waru. Pasalnya, saat ini APBD 2021 menyusut akibat dampak Covid-19. “Sehingga alokasi DBHCHT dapat menunjang kualitas pelayanan RS Waru,” jelasnya.

Baca:  Asah Kreativitas, Lapas Bekali WB Budi Daya Ikan Cupang - Berita Madura

Wakil Ketua DPRD Pamekasan Syafiudin mengingatkan penggunaan DBHCHT dapat menunjang kualitas kesehatan. Ia berharap RS Waru bisa menjadi rujukan masyarakat di wilayah utara. “Pelayanan kesehatan adalah kuncinya, sehingga rumah sakit bisa menjadi bagian utara transportasi untuk pelayanan kesehatan,” ujarnya. (ky)

.

Komentar