Ratusan Warga Madura Huni RSLI – Berita Madura

by -10 views
Ratusan Warga Madura Huni RSLI – Berita Madura

SURABAYA, Indonesiaonline.co.id – Ada ratusan warga Madura yang teridentifikasi terpapar Covid -19 melalui akses antigen cepat di Suramadu di Madura dan Surabaya. Mereka saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit Lapangan Indrapura (RSLI) Surabaya.

Koordinator Relawan RSLI Radian Jadid mengatakan, pasien positif COVID-19 yang datang ke RSLI terus mengalir. Ada 350 pasien yang ditampung hingga kemarin (13/6). Rinciannya, 76 pekerja migran Indonesia (PMI), 179 warga Madura, 12 santri dari pondok pesantren, dan 83 pasien umum.

Menurut Radian, rata-rata kondisi pasien Covid-19 di RSLI tidak menunjukkan gejala, dengan gejala ringan hingga sedang. Hasil konfirmasi swab polymerase chain reaction (PCR), menunjukkan cycle threshold value (CT) mereka berada di bawah 25. Artinya, virus yang ditemukan pada pasien Covid-19 memiliki potensi infeksi yang tinggi.

Baca:  Hasil Baru Terlihat setelah 70 Persen Penduduk Divaksin - Berita Madura

Telah bekerjasama dengan Institut Penyakit Tropis (ITD) Universitas Airlangga dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Jakarta. Kerjasama ini dilakukan untuk studi spesimen sampel pasien Covid-19 yang dirawat di RSLI. Sebab, dari gejala yang dialami pasien di RSLI, ada yang menyebabkan mutasi virus.

“Salah satu fitur dari varian baru adalah nilai CT yang sangat rendah, tingkat infeksi yang tinggi,” katanya.

Ia menjelaskan, pasien Covid-19 asal Madura itu berasal dari seorang sopir yang terkonfirmasi positif setelah antigennya cepat dijalankan. Kemudian dilanjutkan dengan tes swab PCR. Mereka terdiri dari driver akses Suramadu di Madura dan Surabaya.

Dari jumlah pasien yang dirawat, RSLI berencana menambah tenaga kesehatan (nake) dan tempat tidur. Upaya tersebut untuk memenuhi kualifikasi dan kesiapan pasien dalam menghadapi penyembuhan. Rinciannya, 6 dokter dan 12 perawat. “Relawan terus memberikan bantuan sekaligus memperdalam kondisi pasien yang masuk, khususnya dari kelompok Madura,” imbuhnya.

Baca:  Anomali Cuaca, PT Garam Merevisi Target Produksi - Berita Madura

Meski jumlah pasien yang dirawat terus meningkat, namun tidak berlebihan. Pasalnya, saat lonjakan kasus terjadi pada periode Desember, Januari dan Februari, lebih dari 300 pasien juga dirawat di rumah sakit yang sama. “Kinerja tenaga kesehatan dan relawan masih cukup bagus,” tambahnya.

Ada beberapa kendala dalam penanganan pasien Covid-19 asal Madura yang teridentifikasi saat hendak melintasi akses Suramadu. Diantaranya, minimnya sandang dan perlengkapan sehari-hari. Karena mereka tidak pernah menyangka akan masuk RSLI.

Namun, relawan pendamping responsif. Mereka berupaya membantu mereka dari berbagai sumber untuk memberikan dukungan logistik berupa pakaian, perlengkapan mandi, sandal, dan kebutuhan untuk menjalani isolasi dan masa penyembuhan di RSLI.

Baca:  Korban Tenggelam Ditemukan Mengapung - Berita Madura

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron berjanji akan meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Bangkalan untuk mengupdate informasi warga yang dirawat di RSLI. Khususnya untuk mendata kebutuhan warga Kota Salak yang bertempat di RSLI. “Untuk kebutuhan, ini masalah teknis. Tapi, akan kami atur,” ujarnya.

Ia meminta masyarakat tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang direkomendasikan pemerintah. Terutama masyarakat yang tinggal di empat kecamatan dengan jumlah kasus yang tinggi. Yakni, Wilayah Kota, Arosbaya, Klampis, dan Geger. “Terus terapkan 5 M kapan saja dan di mana saja,” kata pria yang biasa disapa Ra Latif ini. (melompat)

.

Komentar