Warga Demo Rektorat UTM, Pemprov Batal Tempati Gedung Karantina – Berita Madura

by -12 views
Warga Demo Rektorat UTM, Pemprov Batal Tempati Gedung Karantina – Berita Madura

BANGKALAN, Indonesiaonline.co.id – Puluhan mahasiswa dan warga Kecamatan Kamal Luruk, Universitas Trunojoyo, Gedung Rektorat Madura (UTM) kemarin (21/6). Masyarakat meminta para pembuat kebijakan di kampus untuk menolak pengalihan fungsi salah satu gedung UTM menjadi tempat karantina pasien Covid-19.

Berdasarkan informasi yang diterima Indonesiaonline.co.id (JPRM), warga berasal dari dua desa di Kabupaten Kamal. Rinciannya adalah warga Desa Pendabah dan Telang. “Kami ingin mengetahui secara langsung pernyataan rektor yang menolak wacana menjadikan asrama sebagai tempat karantina,” kata koordinator aksi, Mohammad Ali.

Masyarakat menuntut Rektor UTM menyampaikan penolakannya secara tertulis dan lisan. “Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi Pasal 1 angka 2, kampus diciptakan untuk mencetak program sarjana atau magister. Bukan sebagai tempat khalwat,” kenang Mohammad Ali.

Baca:  Pangdam dan Kapolda Pantau Langsung Penanganan Covid-19 - Berita Madura

Sementara itu, Kepala Biro Administrasi Akademik dan Kemahasiswaan UTM (BAAKPSI) Supriyanto meminta masyarakat tidak perlu khawatir dengan rencana pengalihan fungsi beberapa gedung kampus sebagai tempat karantina. “Sebab, sudah ada surat resmi dari pemerintah kabupaten,” katanya.

Kepala Gugus Tugas Covid-19 UTM Ningwar menambahkan, Satgas Covid-19 Bangkalan telah mengeluarkan siaran pers. “Kalau diminta memberikan kepastian, saya tidak berani. Karena yang menyampaikan press release itu adalah Satgas Covid-19 Bangkalan,” jelasnya saat ditemui aksi massa.

Berdasarkan surat yang diterima JPRM, Pemprov Jatim membatalkan rencana penggunaan salah satu gedung UTM sebagai karantina. Hal itu dilakukan setelah Wakil Panglima Brigjen Polda Jatim Slamet Hadi Supraptoyo bersama Sekda Provinsi Jawa Timur Heru Tjahjono melakukan pemeriksaan lapangan pada Senin (14/6).

Baca:  Kian Mantap Turunkan PAD Wisata - Berita Madura

Untuk dapat menggunakan salah satu gedung asrama mahasiswa UTM sebagai tempat karantina, masih membutuhkan pembangunan jalan baru sebagai akses menuju lokasi. Atas pertimbangan tersebut, Pemprov Jatim akhirnya memutuskan untuk tetap menggunakan rest area BPWS sebagai tempat karantina.

Dikonfirmasi terpisah, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Bangkalan, Agus Zein membenarkan bahwa gedung yang diusulkan sebagai tempat karantina oleh UTM diperiksa langsung oleh perwakilan Satgas Covid-19 Jatim pada Senin (14/6/) . Setelah ditutup, gedung asrama mahasiswa tersebut gagal dijadikan sebagai tempat karantina.

Menurut Agus, Pemprov Jatim akan mengoptimalkan penggunaan rest building Suramadu sebagai pengganti asrama UTM. Salah satu pertimbangannya adalah pembangunan rest area Suramadu dinilai lebih efektif dan efisien. “Itu (asrama mahasiswa UTM) bukan pilihan. Pemprov lebih memilih gedung yang sudah dibangun BPWS,” kata pria yang juga Ketua Discominfo Bangkalan ini.

Baca:  Jelang Idul Adha, Hanya Operasikan Satu Armada - Berita Madura

Ia mengungkapkan, pemanfaatan asrama mahasiswa UTM sebagai tempat karantina masih membutuhkan pembangunan jalan baru. Tujuannya agar kendaraan yang terlambat membawa orang tidak dikarantina oleh mahasiswa atau akademisi lainnya. “Membangun jalan baru butuh waktu. Oleh karena itu, diputuskan gedung asrama mahasiswa UTM tidak bisa dijadikan tempat karantina,” ujarnya. (melompat)

.

Komentar