Gubernur Turun, Bupati Siap Bantu Pembangunan – Berita Madura

by -416 views
Gubernur Turun, Bupati Siap Bantu Pembangunan – Berita Madura

AKHIR, Indonesiaonline.co.id – Ancaman longsor di Kabupaten Pasean, Pamekasan, masih bersembunyi. Longsor berikutnya terjadi di Dusun Gunung Barat, Desa Sana Daja, Kabupaten Pasean, tadi malam (25/2). Bencana tersebut membuat warga panik dan ketakutan.

“Tadi malam (Rabu malam, Red) di sini hujan. Kemudian tebingnya ambruk,” jelas Kepala Desa Sana Daja Qamaruddin. Longsor itu berdampak pada dapur dan musala yang terbuat dari kayu.

Bangunan itu milik Turiya, 35; Arsani, 79; dan Suami, 37 tahun. Untunglah kejadian itu tidak memakan korban jiwa. Pasalnya, warga sudah waspada dan menunggu. “Kami berdoa agar tidak terjadi longsor dan korban jiwa,” ucapnya.

Tebing dan jalan rusak retak sejak hujan deras pada Rabu (24/2). Karena itu, pihaknya mengingatkan warga yang rumahnya di dekat tebing untuk pindah. Dia khawatir tebing itu akan tergelincir jika hujan deras. “Saya mengingatkan warga untuk pindah ke lokasi lain yang lebih aman,” jelasnya.

Tentu saja, saat hujan deras pada pukul 23.00 Rabu (24/2), tebing-tebing itu runtuh. Akibatnya beberapa bangunan mengalami kerusakan. “Akses jalan juga tidak bisa dilalui karena ambruk,” jelasnya.

Baca:  Debitur FIF Divonis Tiga Bulan Penjara - Berita Madura

Sebagai tindakan sementara, warga bergotong royong menebang pohon tumbang. Juga cangkul longsor. Ia berharap pemerintah memperhatikan situasi longsor di desanya. “Kami berharap tebingnya bisa diamankan,” harapnya.

Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Pamekasan Budi Cahyono berharap masyarakat atau aparat desa dapat memberikan informasi jika terjadi bencana. Rombongan pun siap turun menuju lokasi. “Kami masih sibuk dan fokus ke Desa Bindang yang memakan korban jiwa,” ucapnya.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa juga turut merasakan kesedihan akibat longsor yang menewaskan lima santri Pondok Pesantren An-Nidhamiyah. Orang nomor satu di Jawa Timur itu turun bersama Kapolres Nico Afinta, Panglima V / Brawijaya Mayjen Suharyanto, dan Pangkoarmada II Laksda TNI ING Sudih Wartawan. Mereka disambut oleh Bupati Pamekasan Baddrut Tamam dan Pengasuh Ponpes An-Nidhamiyah H Muhaidi.

Lokasi longsor di Desa Bindang, Kabupaten Pasean, berada di dalam gedung Asrama Mahasiswa. Bangunan tersebut terletak di bagian paling barat dari kompleks pesantren. Di sebelah barat asrama adalah tebing setinggi 20 meter.

Baca:  Klaim Token Listrik Gratis lewat PLN Mobile - Berita Madura

“Kami semua ingin menyampaikan bela sungkawa yang sebesar-besarnya.“ Semoga amal ibadah bagi santri yang meninggal diterima oleh Allah SWT dan bagi yang sedang dirawat bisa diberikan kesembuhan, ”kata Khofifah usai penyerahan bantuan kemarin.

Mantan menteri sosial itu mengatakan, Pemprov Jatim akan menindak dalam proses pembangunan Asrama Islam An-Nidhamiyah. Upaya ini untuk memberikan dorongan dan solusi atas tragedi yang menimpa mereka.

“BNPB juga akan melihat keadaan longsor di sini. Dan sudah menjadi tugas Bupati Baddrut Tamam untuk mulai menyelesaikan skema pemantapan dan proses pengamanan gedung Asrama Islam An-Nidhamiyah ke depannya. Kami menunggu koordinasi dari Pamekasan. Pemerintah Kabupaten, ”jelasnya.

Sementara itu, Bupati Baddrut Tamam mengatakan, pihaknya telah berkoordinasi dengan sejumlah pihak terkait untuk melakukan beberapa kemungkinan perkembangan. Oleh karena itu, proses pendidikan di sekolah berasrama lengkap akan pulih dan berjalan dengan aman.

Baca:  Perbaikan Jalan Masih Tahap DED - Berita Madura

“Kami sangat berterima kasih kepada Pemprov, Gubernur, Polri, Pangdam V Brawijaya, dan Pangkoarmada II yang telah membantu menguatkan semangat Ponpes yang baru saja dilanda bencana,” ujarnya. “Kami berharap solusi yang kami koordinasikan bisa segera terwujud,” jelasnya.

Diberitakan, bencana longsor di Desa Bindang, Kabupaten Pasean, Pamekasan, merenggut nyawa lima siswa. Tiga siswa tersebut berasal dari Kabupaten Jember. Yaitu Santi, 14, dan Nur Asisah, 13. Mereka berasal dari Desa Dukuhmencek, Kabupaten Sukorambi, Jember. Selain itu, Siti Komariyah, 17 tahun, warga Dusun Plampang, Desa Cumedak, Kecamatan Sumberjambe, Jember.

Dua korban lainnya tewas, yakni Robiatul Adwiyah, 14, warga Desa Poreh, Kabupaten Karang Pulau Pinang, Sampang, dan Nabila, 12, asal Dusun Sempong Barat, Desa / Daerah Pasongsongan, Sumenep.

Sedangkan Nurul Komariyah, 15 tahun, dari Desa Gunung Malang, Kabupaten Sumberjambe, Jember, mengalami patah tulang. Sedangkan Tia Muharramah, 15 tahun, warga Dusun Mojang, Desa Dempo Timur, Kabupaten Pasean, Pamekasan, mengalami luka ringan. (ky)

.

Komentar