Disdikbud Boyolali Usul Ujian Sekolah Jenjang SMP lewat Tatap Muka

by -25 views
Disdikbud Boyolali Usul Ujian Sekolah Jenjang SMP lewat Tatap Muka

BOYOLALI – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali menginginkan pelaksanaan ujian sekolah (AS) untuk jenjang SMP dilakukan secara tatap muka atau offline. Syaratnya, semua guru harus divaksinasi Covid-19. Selain itu, AS menerapkan protokol kesehatan yang ketat (prokes).

Kepala Disdikbud Boyolali Darmanto menjelaskan, jenjang SMP AS perlu dilakukan secara tatap muka. Mengingat metode offline dalam Islam lebih disukai. Karena guru dapat memantau siswanya secara langsung saat mengerjakan soal AS. Alasan lainnya adalah penilaian dan evaluasi yang dilakukan oleh guru lebih obyektif.

Ujian sekolah offline lebih bertanggung jawab. Bukan ujian sekolah online, kata Darmanto kepada Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/4).

Baca:  Mobil Bernopol Palsu yang Terekam Kamera ETLE Diduga Diburu Leasing

Menurut kalender pendidikan, tingkat SMP AS akan diadakan pada 19-24 April. Namun, jadwal dapat berubah. Mengkoordinasikan hasil vaksinasi untuk guru sekolah menengah pertama. Pasalnya, salah satu syarat pembelajaran tatap muka (PTM) di Kota Susu adalah guru harus divaksinasi.

“Kami sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali. Hingga guru sekolah menengah pertama diprioritaskan untuk mendapatkan vaksin. Saya mendapat informasi, hari ini atau besok akan ada 6.000 dosis vaksin untuk Boyolali,” imbuhnya.

Darmanto menambahkan, setengah dari kuota tersebut dikatakan cukup untuk seluruh guru SD di Boyolali. Sebagai gambaran, jumlah guru sekolah menengah, negeri dan swasta di Kabupaten Boyolali sekitar 2.500 orang.

Baca:  Ratusan Personel TNI Polri Siap Amankan Ibadah Paskah

“Jika vaksinasi berjalan dengan baik, maka PTM di tingkat sekolah menengah bisa segera dilaksanakan. Namun kegiatan pemeriksaan sekolah tetap menerapkan protokol kesehatan. Apalagi dalam rapat koordinasi (rapat koordinasi) dengan menteri pendidikan dan kebudayaan (mendikbud) Akhir pekan lalu, sekolah didorong untuk segera mempercepat PTM, jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Boyolali Masruri menambahkan, vaksinasi untuk seluruh guru sekolah menengah di Kota Susu ditargetkan selesai pekan ini. Dengan munculnya vaksin tambahan.

“Begitu sampai, utamakan guru sekolah menengah pertama. Agar pembelajaran tatap muka bisa segera dilaksanakan,” ujarnya. (janda / fer / ria)

.

Komentar