Jadi Jutawan usai Terima Ganti Rugi Tol, 15 Keluarga Mundur dari PKH

by -21 views
Jadi Jutawan usai Terima Ganti Rugi Tol, 15 Keluarga Mundur dari PKH

KLUB – Sebanyak 15 Keluarga Penerima (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) Desa Kapungan, Kabupaten Polanharjo secara sukarela mengundurkan diri dari program bantuan pemerintah. Hal itu dilakukan setelah status ekonomi mereka meningkat menjadi jutawan setelah mendapat uang ganti rugi (UGR) untuk Tol Solo-Jogja.

PKH KPM yang mengundurkan diri secara sukarela dari program pemerintah dinyatakan melalui pernyataan yang ditandatangani. Terlihat pada Kamis (8/4) malam di Balai Desa Kapungan, tiga MOE menandatangani surat pengunduran diri dari PKH.

“Total di Desa Kapungan yang menerima ganti rugi tol ada 20 KPM PKH. Dari jumlah tersebut, 15 KPM mundur secara sukarela. Tiga KPM hari ini mundur dan 12 KPM mundur pekan lalu,” jelas Koordinator PKH Kabupaten Klaten Theo Markis saat ditemui di Kapungan. Balai Desa, Kamis (8/4).

Menurut Theo, saat ini pihaknya masih melakukan pendekatan dengan lima KPM PKH lainnya yang juga sudah mendapatkan ganti rugi ruas tol lain di Desa Kapungan. Harapannya, mereka juga bisa mengikuti 15 MOE sebelumnya yang mengundurkan diri secara sukarela tanpa paksaan.

Baca:  Tradisi Padusan, Pemkab Boyolali Bakal Pelototi Objek Wisata Air

Berdasarkan data, jumlah PKPM KPM yang menerima santunan tol di Kabupaten Polanharjo adalah 27 KK. Selain di Desa Kapungan, KPM juga tersebar di Desa Kranggan, Kauman, Keprabon, dan Glagahwangi.

“Jadi untuk Kecamatan Polanharjo sendiri ada 27 KPM PKH. Tapi sudah ada 15 KPM yang mengundurkan diri. Untuk yang lainnya kita terus lakukan pendekatan kepada mereka karena secara ekonomi sudah membaik setelah mendapat santunan,” kata Theo.

Ia mengakui pembayaran santunan Tol Solo-Jogja merupakan saat yang tepat untuk melaksanakan proses wisuda KPM PKH. Mengingat sebelumnya pernah mengalami masalah di tengah situasi pandemi Covid-19. Jumlah persetujuan KPM PKH pada tahun 2021 hingga saat ini mencapai 701 KK.

Baca:  Sragen Dahului Gelar PTM, Tunjuk 1 Sekolah Percontohan per Kecamatan

“Saya berharap KPM yang mengundurkan diri bisa menjadi semacam revolusi dan memberi pengaruh kepada PKPM KH lainnya. Semoga yang mengundurkan diri selalu diberikan kesehatan dan kekayaan yang banyak. Apalagi rezeki yang didapat bukan hanya dari bantuan,” ujarnya. .

Kepala Desa Kapungan (Kades) Rahim Fauzi mengapresiasi warganya yang secara sadar dan tanpa paksaan mengundurkan diri dari program PKH. Ia berharap dengan pengunduran diri KPM, bantuan PKH kemudian bisa dialihkan ke keluarga lain yang membutuhkan.

“Saya sangat berterima kasih kepada KPM PKH yang langsung setuju mundur. Apalagi itu dituangkan dalam keterangan sehingga tentu tidak ada paksaan,” kata Rahim.

Ia menambahkan, luas lahan di Desa Kapungan yang terkena proyek Tol Solo-Jogja sekitar 23 hektare. Menargetkan lahan pertanian ke rumah warga yang secara bertahap menerima UGR.

Baca:  Soal Larangan Mudik, Polres Karanganyar Bakal Pantau Daerah Perbatasan

“Tapi rata-rata yang menerima UGR adalah ahli waris. Makanya dari jumlah UGR yang diterima masih dibagi lagi di antara anggota keluarganya. Itu yang mereka terima,” ujarnya.

Salah satu PKH KPM yang mengundurkan diri dari Desa Kapungan, Sudalmi, 45, mengaku dengan tulus mengundurkan diri sebagai penerima bantuan dari pemerintah. Apalagi dia juga sudah mendapat uang santunan tol, sehingga dia memilih mengikuti MOE lain yang sudah mengundurkan diri.

“Yang terdampak tol itu adalah sawah seluas 3.150 meter persegi milik orang tua saya. Dapat santunan sebesar Rp 2,77 miliar. Tapi dibagi dengan anggota keluarga yang lain. Jadi saya dapat sekitar Rp 260 juta. Rencananya saya akan ikut. Pakai untuk tabungan anak Anak saya, ”kata Sudalmi yang setiap hari bekerja sebagai buruh tani. (ren / ria)

.

Komentar