Tamansari Pilot Project Rekam Data e-KTP Orang Dalam Gangguan Jiwa

by -20 views
Tamansari Pilot Project Rekam Data e-KTP Orang Dalam Gangguan Jiwa

BOYOLALI – Ribuan penderita gangguan jiwa (ODGJ) di Boyolali membutuhkan pengobatan dan pengobatan. Untuk mendukung pemerintah kabupaten, ODGJ harus memiliki e-KTP. Saat ini sedang dilakukan pencatatan data mulai dari Kabupaten Tamansari.

Kepala Bidang Rehabilitasi Sosial Pelayanan Sosial (Dinsos) Boyolali Mudzakir menjelaskan, total ada 2.550 ODGJ. Dari jumlah tersebut, 1.789 di antaranya menderita gangguan jiwa dalam kategori parah dan membutuhkan penanganan.

“Semua WNI harus punya NIK (Nomor Induk). Saat ada program pendampingan, dasar pendataan dari NIK, ”ujarnya Jawa Pos Radar Solo, Kamis (8/4).

Setelah ODGJ memiliki e-KTP, maka akan terdaftar dalam keanggotaan BPJS Kesehatan. Nah, ODGJ terdaftar sebagai peserta Penerima Sumbangan (PBI). Kemudian, premi PBI menjadi tanggung jawab Pemerintah Kabupaten Boyolali.

Baca:  Mas Wali Kota Deklarasikan Kampung Bebas Asap Rokok

Catat data ODGJ, mulai Desember 2020. Kecamatan Tamansari sudah selesai proyek percontohan. “Kami melibatkan relawan desa selama pencatatan data e-KTP. Disiapkan oleh offline. Semua data diunggah ke database dengan melakukan … sedemikian rupa on line di kantor Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) Boyolali.

“Paling susah memotret. Karena kalau mata (ODGJ) tidak fokus ke kamera, data tidak bisa dikirim. Bahkan ada yang mau difoto, tiba-tiba mukanya tertutup sarung. Jadi, satu ODGJ bisa memakan waktu lebih dari setengah jam, ”jelas Kepala Bidang Pengelolaan Data Kantor Pemerintah Kabupaten Boyolali, Tyas Tusara. (janda / besi)

.

Komentar