Wonogiri Wilayah Selatan Diproyeksi Jadi Kawasan Industri

by -23 views
Wonogiri Wilayah Selatan Diproyeksi Jadi Kawasan Industri

WONOGIRI – Kawasan selatan Wonogiri diproyeksikan sebagai kawasan industri. Ini karena terdapat kesenjangan ekonomi yang menonjol antara provinsi utara dan selatan.

“Kawasan selatan akan diprioritaskan sebagai kawasan industri. Ini berpotensi besar untuk menjembatani kesenjangan ekonomi,” kata Kepala Bidang Pengolahan Data Wonogiri Sriyanto, Pelayanan Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Atap (PMPTSP).

Sriyanto menambahkan, provinsi utara dan timur Wonogiri memiliki perekonomian yang lebih berkelanjutan. Ini berdasarkan data dari kantor PMPTSP. Karena itu, kawasan selatan perlu mendapat perhatian khusus.

Kabupaten Wonogiri Kota memiliki kegiatan usaha terbanyak yaitu 722 usaha. Disusul Kabupaten Selogiri dengan 477 usaha, Ngadirojo 380 usaha, Purwantoro 377 usaha, dan Jatisrono 346 usaha. Lima distrik dengan bisnis terbanyak terletak di utara dan timur.

Baca:  Disiplin Prokes Warga Solo Mulai Kendor, Satpol PP Soroti Permukiman

Dua posisi terendah untuk kegiatan usaha di Wonogiri ada di Kecamatan Paranggupito dengan 18 usaha dan 30 usaha Giritontro. Kedua kabupaten tersebut berada di wilayah selatan. Sedangkan dua kabupaten lainnya di wilayah selatan yaitu Giriwoyo menempati urutan ke-14 dengan 179 usaha dan Pracimantoro di 12 besar dengan 199 usaha.

Sriyanto mengatakan kawasan selatan yang lebih disukai sebagai kawasan industri memiliki potensi besar untuk menjembatani kesenjangan ekonomi. Apalagi sudah ada jalan selatan (JLS) yang menghubungkan daerah lain seperti Pacitan dan Gunungkidul. Ketersediaan dan keterjangkauan harga tanah di wilayah selatan juga mendukung hal tersebut

Menurutnya, Kota Wonogiri, wilayah utara dan timur merupakan daerah perekonomian saat ini. Sedangkan wilayah selatan merupakan perekonomian Kota Sukses di masa depan. “Dengan begitu, pemerintah daerah akan segera mengoptimalkan semua potensi tersebut,” ujarnya.

Baca:  Pemkab Wonogiri Tiga Kali Sabet Predikat BB Sakip

Ia mengatakan, jumlah usaha mikro dan kecil di lima kecamatan dengan jumlah usaha terbanyak dibandingkan 20 kecamatan lainnya memiliki hasil yang berimbang. Ini menunjukkan masalah perbedaan teritorial.

Ngomong-ngomong, menjadikan wilayah selatan sebagai prioritas untuk perluasan bisnis sangat diinginkan. Namun bukan berarti kawasan Paranggupito, Giritontro dan Giriwoyo tidak memiliki potensi.

“Tapi bidang ini butuh sentuhan atau potensi yang perlu lebih dioptimalkan. Pemerintah kabupaten pasti akan berupaya keras untuk mencapainya,” ucapnya.

Sriyanto menilai kawasan Wonogiri Selatan cocok untuk pengembangan usaha mikro, kecil hingga besar. Apalagi bisnis besar seperti industri diarahkan ke provinsi selatan. Usaha mikro kecil juga akan mengikuti usaha besar yang akan muncul nantinya.

Pembangunan dasar wilayah selatan didukung oleh Perda Wonogiri No. 2/2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Dalam pasal 10 tertulis di antara sepuluh kawasan industri yang diperuntukkan bagi Wonogiri Selatan, seperti Kecamatan Giritontro, Giriwoyo, Pracimantoro dan Eromoko.

Baca:  Kemenag Solo Imbau Warga Perbanyak Lokasi Salat Idul Fitri

Tahun ini, ada dua bisnis besar yang masuk ke Wonogiri. Hanya saja, lokasi usahanya berada di Kecamatan Selogiri. Meski begitu, dia optimistis pengusaha akan melirik ke selatan. Hal ini sangat dimungkinkan karena kebijakan RTRW masih baru. Pedagang masih mempertimbangkan atau menghitung potensi wilayah Wonogiri Selatan.

“Saat ini usaha di Wonogiri didominasi oleh usaha mikro dan kecil. Tapi ini mencerminkan perekonomian riil. Ini karena perekonomian di Wonogiri dijalankan oleh masyarakat sendiri,” ujarnya. (al / bun / ria)

.

Komentar