Beda dengan Daerah Lain, Bupati Wonogiri: Pemudik Karantina di Rumah

by -24 views
Beda dengan Daerah Lain, Bupati Wonogiri: Pemudik Karantina di Rumah

WONOGIRI – Berbagai upaya dilakukan untuk mengantisipasi kedatangan wisatawan. Diantaranya adalah menerapkan karantina. Namun, berbeda dengan daerah lain yang sudah menyiapkan lokasi karantina terpusat, Bupati Joko Sutopo sepakat karantina harus dilakukan di rumah masing-masing wisatawan.

Menurut Bupati, sistem karantina terpusat sangat kurang tepat. Pasalnya, wisatawan justru akan berkumpul di satu tempat dan berpotensi ada kelompok penularan Covid-19. “Jika segregasi gratis di setiap rumah, dan dididik tentang apa yang harus dilakukan, maka itu akan menjadi langkah yang efektif,” jelasnya baru-baru ini.

Ketika turis yang dinyatakan positif Covid-19 ditemukan, mereka langsung ditangani sesuai prosedur operasi standar (SOP). Artinya, jika Anda tidak mengidap penyakit bawaan atau berstatus asimtomatik orang (OTG), Anda akan diisolasi, sedangkan yang mengidap penyakit bawaan akan dirawat di puskesmas.

Baca:  Selama Ramadan, Uji Coba PTM SMP di Wonogiri Hanya 3 Jam Belajar

“Masyarakat saat ini sudah tidak asing lagi untuk bebas diasingkan. Sudah setahun pandemi, bukan lagi sesuatu yang aneh,” kata Bupati yang akrab disapa Jekek itu.

Sebaliknya, pemerintah kabupaten mengandalkan pengurus RT dan RW untuk memantau wisatawan di lingkungannya. Pasalnya, berdasarkan pengalaman Lebaran tahun lalu, meski ada larangan pulang, para pendatang tetap saja nekat.

“Kita tidak terjebak dalam dunia pelarangan repatriasi. Tapi yang kita lakukan adalah melakukan persiapan yang optimal dari berbagai faktor pendukung. Kita sedang mempersiapkan sarana kesehatan (fasilitas kesehatan), alas tidur, alat polymerase chain reaction (PCR), dan sumber daya manusia. mengharapkan situasi apa pun dengan momentum pengembalian, “jelasnya.

Baca:  Mudik Ditiadakan, Agen Bus Terpuruk: Kebijakannya kok Tidak Adil

Terkait kasus COVID-19 terbaru, Bupati mengatakan ada tambahan 19 kasus baru pada Senin (19/4) dengan total kumulatif 3.680 kasus. Status zonasi saat ini termasuk zona oranye. (al / wa / ria)

.

Komentar