14 Siswa di Kawasan Zona Merah Boyolali Terpaksa Ikuti Ujian Susulan

by -51 views
14 Siswa di Kawasan Zona Merah Boyolali Terpaksa Ikuti Ujian Susulan

BOYOLALI – Tidak semua siswa kelas IX SMP dapat mengikuti ujian sekolah langsung di sekolah. Siswa yang untuk sementara berada di zona merah tidak dapat mengikuti ujian ini secara offline. Dari 10 ribu siswa, 14 siswa harus mengikuti tes lanjutan.

“Dari zona hijau merupakan syarat mutlak yang harus dipenuhi oleh sekolah atau siswa (tes offline),” kata Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Boyolali Darmanto, kemarin (29/4).

Ada 52 sekolah dasar dan 38 sekolah menengah swasta yang mengadakan ujian sekolah dari 28 April hingga 5 Mei dengan tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Dengan total 10.764 siswa sekolah menengah pertama mengikuti ujian sekolah di semua sekolah di zona hijau.

Baca:  Ketersediaan Oksigen di RSUP dr Soeradji Tirtonegoro Sempat Menipis

“Semua sekolah mampu menyelenggarakan ujian dengan baik karena semua berada di zona hijau. Dari 10.764 peserta, kemarin hanya 14 anak yang tidak bisa mengikuti di hari pertama. Sebagian besar berbasis di kawasan non zona hijau,” jelasnya.

Dari 14 anak yang tidak dapat mengikuti ujian sekolah, sesuai prosedur akan diberikan kesempatan untuk mengikuti ujian lanjutan. Jika Anda masih tidak dapat berpartisipasi, mereka akan melakukan tes lanjutan online di rumah masing-masing siswa.

“Kami berharap 10.764 anak yang terdaftar bisa mengikuti ujian dengan baik,” kata Darmanto.

Dalam ujian sekolah, 11 mata pelajaran diujikan sesuai dengan struktur kurikulum untuk jenjang sekolah menengah pertama. Untuk mata pelajaran yang penting untuk ujian nasional, diberikan waktu 90 menit siswa untuk mengerjakan soal dan esai dari berbagai pilihan. Sedangkan subjek lain mendapat waktu kerja 60 menit. Sehingga siswa mengikuti ujian sekolah dalam waktu tiga jam, sesuai dengan kebijakan dalam rangka menyikapi Covid-19.

Baca:  Masukkan Kerajinan Batik dalam Muatan Lokal

Ujian sekolah ini merupakan salah satu unsur persetujuan siswa. Darmanto berharap siswa dapat menjawab pertanyaan dengan serius dan dapat belajar dengan baik. “Persoalan kelulusan sesuai dengan kebijakan Mendikbud ‘Belajar Gratis’ itu menjadi kewenangan guru,” jelasnya.

Kepala SMP Negeri 2 Mojosongo Yudhi Sabartono mengungkapkan, pihaknya menerapkan ketat protokol kesehatan bagi siswa yang mengikuti ujian sekolah. Dari 662 siswa tersebut, terdapat 14 ruangan yang digunakan untuk ujian sekolah, setiap ruangan hanya akan diisi 16 siswa.

“Kursi-kursinya juga diatur sedemikian rupa sehingga protokol kesehatan dalam rangka penanganan Covid-19 bisa berjalan dengan lancar,” ujarnya. (janda / roti / kesenangan)

.

Komentar