100 Ribu Kendaraan Masuk Sukoharjo, Kepadatan Dekati H-5 Lebaran 2019

by -16 views
100 Ribu Kendaraan Masuk Sukoharjo, Kepadatan Dekati H-5 Lebaran 2019

SUKOHARJO – Jumlah kendaraan yang masuk ke Sukoharjo lewat Kartasura mengalami kemacetan sejak Lebaran-10 atau Senin (3/5). Padahal, jumlah kendaraan meningkat 10 persen dari lalu lintas normal.

Kepala Seksi Manajemen Rekayasa Lalu Lintas Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sukoharjo Eko Agus Nur Prasetyo mengatakan, hasil perhitungan arus lalu lintas H-10 Lebaran, Senin (3/5), di Tugu Kartasura mengalami peningkatan. .

Jumlah kendaraan yang masuk dari Semarang menuju Sukoharjo sebanyak 44.857 kendaraan. Naik sekitar 10,73 persen dari lalu lintas biasa dan 6,09 persen meningkat dari lalu lintas hari sebelumnya.

Lalu lintas terpadat berlangsung dari pukul 16.30 hingga 17.30, kata Eko, Selasa (4/5).

Sedangkan jumlah kendaraan yang masuk dari Solo menuju Sukoharjo sebanyak 43.194 kendaraan. Angka ini naik 3,98 persen dari trafik reguler.
Serta peningkatan 8,72 persen dari lalu lintas hari sebelumnya.

Baca:  Jalur Evakuasi Merapi Rusak Parah, Warga Swadaya Tambal Jalan

“Dari dua titik perhitungan, kendaraan roda dua mendominasi kepadatan lalu lintas 60-65 persen,” jelasnya.

Jumlah dua titik penghitungan ini hampir identik dengan kemacetan Lebaran H-5 2019, di mana tidak ada pandemi Covid-19 dan aturan larangan pulang. Informasi yang dihimpun dari Dinas Perhubungan, lalu lintas pada Jumat, 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran, terpantau total 55.415 kendaraan memasuki Kartasura. Dari jumlah itu, 72 persen merupakan kendaraan roda dua.

Di sisi lain, Kapolsek Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kepala Divisi Operasi Kompol Agus Pamungkas mengatakan pihaknya sudah mulai melakukan operasi peradilan pada Minggu (2/5). Operasi justifikasi dilakukan oleh gabungan aparat TNI, Polri, Satpol PP, dan Pejabat Kesehatan.

Baca:  Bantuan UMKM Nyangkut di Rekening Anggota DPRD Karanganyar

“Target pengoperasian kendaraan yang menggunakan pelat kendaraan itu ke luar kota. Dalam operasi itu mereka menyelidiki kendaraan dari luar kota atau terduga wisatawan. Yang tidak bisa menunjukkan dokumen atau quick test, kita usap antigennya,” kata Agus.

Menurutnya, operasi pembenaran dilakukan secara berkala dan besar-besaran untuk menangkap warga yang nekat pulang. “Jangan pulang dulu, sayang keluargamu di rumah,” pungkasnya. (kwl / ria)

.

Komentar