Buruh Garmen Unjuk Rasa, Tuntut Pencairan THR Lebaran 2020 & 2021

by -29 views
Buruh Garmen Unjuk Rasa, Tuntut Pencairan THR Lebaran 2020 & 2021

SUKOHARJO – Pekerja pabrik garmen di Jalan Baki-Gatak menggelar aksi demo menuntut pembayaran tunjangan hari raya (THR) segera dilunasi, Selasa (4/5). Mereka khawatir kejadian pahit Lebaran 2020 terulang kembali, yakni THR yang belum diencerkan.

Usai berkonsultasi dengan manajemen, M. Budiyanto mewakili para pekerja mengatakan, aksi unjuk rasa tersebut dipicu oleh kekhawatiran sekitar 150 karyawan perusahaan lokal karena belum ada kepastian produksi THR 2021. Apalagi THR 2020 belum dibayarkan.

“(THR) Lebaran 2020 dijanjikan akan dibayarkan pada Desember 2020, tapi tidak ada. Jadi kalau tahun ini mereka juga tidak dibayar, para pekerja ini akan diancam dua kali karena gagal mendapatkan THR,” jelas Budiyanto.

Baca:  Kemungkinan Akan Ada Plt untuk Sragen

Sementara itu, sebagai hasil mediasi, manajemen menyepakati pembayaran THR 2021 dengan dua kali angsuran. Sedangkan THR 2020 yang belum terbayar akan dibahas lebih lanjut.

“Penarikan THR tahun ini dilakukan dengan cara mencicil mulai minggu ini dan minggu depan sesuai dengan Upah Minimum Kabupaten (UMK). Kemudian untuk tahun 2020 THR yang belum dibayarkan akan disesuaikan. Melihat situasi (keuangan) perusahaan,” dia berkata.

Pantauan Jawa Pos Radar Solo, ratusan petugas gabungan dari Polsek Sukoharjo dan Kodim Sukoharjo 0726 dikerahkan untuk menghentikan massa di depan pabrik garmen di Jalan Ovensari, Menuran, Baki.

Kapolsek Sukoharjo AKBP Bambang Yugo Pamungkas melalui Kapolres Sukoharjo Kompol Agus Pamungkas yang memimpin keamanan meminta para pekerja tidak berkerumun di depan pabrik saat melakukan klaim. Usai mediasi, mereka diminta segera meninggalkan lokasi.

Baca:  Lansia Jadi Prioritas Vaksinasi Tahap Dua di Klaten, Ini Kriterianya

“Kami hanya memastikan bahwa pengajuan klaim atas masalah THR tidak menimbulkan komplikasi. Hanya perwakilan. Sudah disepakati THR harus diberikan secara bertahap sebanyak dua kali. Yang pertama akan dibayarkan minggu depan, selebihnya akan menyusul. minggu depan, “kata Agus. (kwl / wa / ria)

.

Komentar