Terminal Tirtonadi Solo Wajibkan Semua Penumpang Bus Jalani Tes GeNose

by -19 views
Terminal Tirtonadi Solo Wajibkan Semua Penumpang Bus Jalani Tes GeNose

SOLO – Manajemen Terminal Tirtonadi akan mewajibkan pengujian GeNose C19 untuk semua penumpang bus selama izin kembali pada 6-17 Mei. Kebijakan ini dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran Covid-19 di Kota Bengawan.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Joko Sutriyanto mengatakan seluruh kedatangan atau penumpang yang turun di terminal tersebut diharuskan menjalani pengujian GeNose mulai Kamis (6/5).

“Perjalanan akan kami lakukan pengetatan semaksimal mungkin. Khusus penumpang yang masuk, kami semua pakai GeNose. Kalau hasilnya reaktif akan langsung dikarantina,” jelasnya, Selasa (4/5).

Saat ini tes GeNose C19 masih diterapkan secara acak sehingga tidak semua penumpang yang datang menjalani tes tersebut. Namun, selama periode penegakan hukum, pemulangan akan berlaku untuk semua.

Baca:  Wonogiri Layak Jadi Pilot Project Desa Ready Tsunami

“Saat ini kuota uji GeNose dalam sehari berkisar 15-20 penumpang. Nanti akan lebih banyak lagi,” kata Joko.

Selain penegakan GeNose yang lebih ketat, terminal juga memperketat pengawasan selama 24 jam nonstop. Untuk pengoperasian bus, selama ada batasan, bus yang diperbolehkan untuk beroperasi adalah bus dengan stiker khusus.

“Sekarang kami memantau orang-orang untuk memastikan mereka pembawa virus atau bukan. Pengetatan kami lebih pada protokol kesehatan. Antara lain, periksa suhu dan cuci tangan. Jangan sampai orang datang ke terminal tanpa terdeteksi,” dia berkata.

Sedangkan persiapan stiker khusus adalah untuk memastikan bahwa bus tidak dibawa pulang, melainkan perjalanan khusus. Diantaranya adalah urusan dinas dan orang sakit. Itu juga harus ada informasi, misalnya untuk PNS harus ada surat penugasan dari pimpinan puncak.

Baca:  Relawan Tim Kubur dan Pemulasaran Jenazah Covid-19 Prioritas Vaksin

Di sisi lain, Koordinator Bus Eka Mira jurusan Surabaya-Solo, Muhammad Hasan, mengatakan saat pengetatan rumah tersebut, perusahaan bus akan mengirimkan kembali kendaraannya ke bengkel. “Pengembalian bus dilakukan secara bertahap sesuai dengan instruksi perusahaan. Jika terjadi akan hilang, jika tidak akan terjadi,” jelas Hasan. (ves / bun / ria)

.

Komentar