Abaikan Prokes, 3 Tempat Usaha di Karanganyar Dapat Teguran Keras

by -18 views
Abaikan Prokes, 3 Tempat Usaha di Karanganyar Dapat Teguran Keras

KARANGANYAR Satgas Pencegahan Covid-19 Kabupaten Karanganyar banyak menjumpai warga di toko-toko fashion, pusat perbelanjaan, dan restoran saat melakukan pemeriksaan mendadak protokol kesehatan (prokes) jelang lebaran, Selasa (4/5). Manajer dari tiga perusahaan ditegur habis-habisan.

Pemeriksaan tersebut melibatkan Satpol PP, Dinas Kesehatan (Dinkes), BPBD, Disdagnakerkop UKM, dan dishub. Tim menemukan adanya pelanggaran proke seperti keramaian, tidak ada jarak antar kursi pengunjung, dan membuka kedok petugas parkir.

Kasi Tribumtranmas Satpol PP Karanganyar Sugimin mengatakan, sejumlah mal dan restoran masih mengabaikan pengadaan tersebut. Tim meminta pengelola mengurangi kapasitas tempat duduk. Misalnya dari semula empat jok menjadi tiga jok dan jaraknya.

“Kalau besok masih melanggar, kami akan panggil ke kantor Satpol PP,” kata Sugimin usai pemeriksaan.

Baca:  Dinkes Wonogiri Skrining Para Pemudik di Terminal Giri Adipura

Ia pun meminta agar di dalam toko pakaian tersebut ada petugas yang mengontrol aktivitas pengunjung. Sehingga kapasitas pengunjung di dalam toko bisa dikontrol, begitu juga dengan fasilitas seperti hand sanitizer.

“Kami akan melanjutkan pendidikan ini selama 20 hari ke depan,” ujarnya.

Kepala Dinas Kesehatan Karanganyar Nuk Suwarni menambahkan, secara umum masyarakat masih terkendali. Pasalnya, jumlah pengunjung di ketiga lokasi tersebut tidak begitu banyak.

“Hanya itu, jaga jarak rendah. Karena tidak ada yang mengatur dan mengawasi,” tambahnya.

Selain bertanya kepada petugas pemantau, dia berharap akses masuk dan keluar pengunjung bisa dipisahkan. Sehingga tidak ada orang banyak di satu pintu.

“Pemilik toko dan warung harus bisa menata dan mengontrol,” jelasnya.

Baca:  Enceng Gondok Hambat Budi Daya Ikan Nila

Nuk Suwarni menambahkan, semua orang ingin kegiatan ekonomi terus berjalan. Hanya itu, ia menegaskan bahwa proses tersebut harus selalu diperhatikan.

“Risikonya lebih besar kalau tidak menjaga jarak. Padahal, selama memakai masker, risikonya kecil di toko. Tempat cuci tangan sudah ada,” ujarnya.

Menurutnya, komunikasi antar pengunjung di mal bisa jadi minim. Namun berbeda di tempat makan. Saat selesai makan, pengunjung diharapkan memakai masker saat berkomunikasi. (rud / adi / ria)

.

Komentar