Dibekuk Polisi, Pencuri Ini Bawa Pistol Rakitan: Belajar dari Youtube

by -17 views
Dibekuk Polisi, Pencuri Ini Bawa Pistol Rakitan: Belajar dari Youtube

KLUB – Petugas Polsek Jogonalan menangkap seorang pria yang ditangkap dengan membawa pistol rakitan. Tersangka adalah Alfian Suryanto, 40 tahun, asal Kabupaten Boyolali yang berdomisili di Desa Prawatan, Kabupaten Jogonalan.

Penangkapan dimulai pada 13 April, saat pelaku diduga melakukan tindak pidana pencurian. Warga ingin melakukan pengamanan, namun pelaku berhasil melarikan diri. Kemudian, pada 16 April sekitar pukul 06.00, pelaku ditemukan kembali ke rumahnya.

“Saat pelaku kembali ke rumah, sebagian warga melapor ke pihak kepolisian. Aparat Polsek Jogonalan langsung melakukan pengecekan setelah menerima laporan tersebut. Saat didatangi ternyata benar dan kemudian terjalin perdamaian,” kata Kapolsek Jogonalan, Iptu Muslimin. Mabes Polres Klaten, Selasa (4/5).

Baca:  Satgas Covid Cek Sekolah Peserta Uji Coba PTM di Wonogiri: Semua Siap

Saat melakukan pengamanan tersebut, ditemukan bahwa pelaku membawa senjata api rakitan berupa pistol. Termasuk tiga butir peluru dengan kaliber 9 mm yang disimpan di tas pinggang pelaku. Atas kejadian ini, pelaku dan barang bukti diamankan di Polsek Jogonalan.

“Barang bukti yang berhasil dirahasiakan dari tangan tersangka adalah senjata api rakitan, tiga butir senjata api aktif, dan tas pinggang berwarna biru. Pistol itu dipasang sendiri oleh pelaku dan pelurunya didapat dari temannya, ”jelas Muslimin.

Untuk memiliki senjata api tanpa hak dan izin untuk menyimpannya, pelaku tunduk pada Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat Republik Indonesia No. 12 tahun 1951 dengan hukuman maksimal 20 tahun penjara. Pelaku juga diancam hukuman penjara seumur hidup atau hukuman mati.

Baca:  Muncul Dugaan Pungli Iuran Zakat di Kelurahan Gajahan

Sementara itu, Alfian Suryanto mengaku bisa memasang senjata setelah belajar dari Youtube. Sedangkan untuk peluru, memang pelakunya didapat dari seorang kenalan di jalan.

“Sebenarnya senjata ini hanya untuk menjaga diri dari klitih (kejahatan jalanan yang melibatkan remaja). Untuk amunisi diberikan saja. Tapi sampai saat ini saya belum pernah menggunakannya,” kata pelaku.

Untuk merakit senjata tersebut, pelaku membutuhkan waktu sekitar satu minggu. Pistol tersebut dirangkai dari bahan container berupa besi dan kayu dengan menggunakan jasa tukang las. Biaya yang dikeluarkan untuk membuat pistol rakitan adalah Rp 100 ribu.

“Saya melakukan perakitan di rumah. Saat saya jelaskan bahwa saya menggunakan jasa tukang las, tapi dia tidak tahu kalau saya mau pasang senjata,” kata Alfian.

Baca:  Todong Supir Truk, Residivis Rampas Uang Rp 18 Juta

Saat ini, Polsek Jogonalan masih memburu pemasok amunisi tersebut. Ini untuk mencari tahu di mana pemasok bisa mendapatkan amunisi, dan akhirnya memberikannya kepada pelaku. (ren / ria)

.

Komentar