Masjid di Wedi, Klaten Ditutup Sementara: Jamaah Positif Covid

by -30 views
Masjid di Wedi, Klaten Ditutup Sementara: Jamaah Positif Covid

KLUB – Masjid Al Akbar di Desa Kalitengah, Kawasan Wedi ditutup sementara selama tiga hari berikutnya. Penutupan itu dilakukan sejak Senin (3/5) sore, setelah jemaah masjid setempat berinisial S, 64, dipastikan positif Covid-19.

“Masjid ini akan kami tutup sementara karena ada jemaah yang positif S setelah mendapat hasil tes dari pihak rumah sakit. Langkah langsung saya lakukan penutupan sementara masjid selama tiga hari. Tidak ada jamaah yang melaksanakan shalat jemaah terlebih dahulu, kecuali untuk adzan, “kata Takmir Masjid Al Akbar, Sutrisno, Selasa (4/5).

Namun, menurut Sutrisno, selama sepekan terakhir, S sebenarnya tidak salat berjamaah di masjid. Itu setelah dia merasakan sejumlah gejala dan memeriksakan diri serta dites. Hingga akhirnya mendapatkan hasil yang positif. Meski begitu, S pernah menjadi imam masjid setempat pada awal puasa.

Baca:  Mutakhirkan Data Pemilih Berkelanjutan

Diketahui, S dan istri serta anak-anaknya cukup aktif melakukan salat berjamaah di masjid. Ketika S ditemukan positif, anak tersebut menjalani tes Covid-19 dengan hasil negatif. Sementara itu, istri baru S menjalani tes swipe pada Selasa (4/5), namun belum diketahui kapan hasilnya akan keluar.

“Untuk kegiatan sehari-hari, S adalah pedagang di bidang pakaian cembung. Ia sering bepergian dengan mobil menuju pasar di Yogyakarta. Namun hingga saat ini kami belum tahu S terkena mana,” kata Sutrisno.

Setelah dipastikan positif Covid-19, S saat ini menjalani perawatan di sebuah rumah sakit di Klaten. Kemudian untuk Masjid Al Akbar, selama masa penutupan, cairan desinfektan disemprotkan secara berkala setiap hari. Ini adalah bagian dari sterilisasi masjid.

Baca:  Kader Posyandu Karanganyar Dapat Insentif Rp 50 Ribu Per Bulan

“Untuk pelacakan baru anggota keluarga. Untuk jemaah sampai saat ini belum ada yang melaporkan adanya pengaduan,” jelasnya.

Sutrisno menambahkan, sebelum penutupan sementara, shalat berjamaah di masjid telah menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Mulai dari larangan jamaah beribadah di masjid, hanya sekitar 90-100 jamaah dengan menerapkan kontrol jarak jauh. Meski shalat tarawih rata-rata hanya 60 jamaah yang ikut.

“Saat masuk masjid, kami juga melakukan pengukuran suhu tubuh. Begitu pula kami menyemprot jemaah dengan hand sanitizer,” kata Sutrisno.

Sementara itu, Spesialis Satgas Covid-19 Kabupaten Klaten, Ronny Roekmito mengatakan, shalat berjamaah di masjid harus memenuhi ketentuan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan. Artinya, membatasi jemaah hingga 50 persen kapasitasnya, dengan melakukan jarak.

Baca:  Pengembangan Wisata Pantai di Pesisir Paranggupito

“Ini sesuai SOP, kalau ada yang dipastikan lebih baik ditutup sementara dulu. Sterilisasi dilakukan, jemaah yang lain bisa salat di rumah masing-masing atau di masjid-masjid yang ada di sekitarnya yang tidak ada Covid-19. kasus, “pungkasnya.. (ren / ria)

.

Komentar