Pasangan Bupati Sragen Akhiri Masa Jabatan

by -25 views
Pasangan Bupati Sragen Akhiri Masa Jabatan

SRAGEN – Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati dan Wakil Bupati Dedy Endriyatno telah menyelesaikan masa jabatan periode 2016-2021, Senin (3/5). Dedy yang tidak lagi menjabat pada periode 2021-2024 ini mengaku masih banyak pekerjaan rumah (peer) rencana pembangunan Sragen yang belum terlaksana.

Dedy mencatat, banyak hal yang belum dicapai selama menjabat sebagai Wakil Bupati. Namun, beberapa di antaranya menjadi kenyataan tahun ini. Seperti pembangunan RS tipe D sebagai pusat pengembangan wilayah di bagian utara Bengawan, khususnya Tangen.

“Memang ada rumah sakit, tapi multiplier effect dari pendirian rumah sakit tidak terkait dengan dampak ekonomi,” jelasnya.

Selain itu, pembangunan kecamatan di bagian barat seperti Plupuh dan Kalijambe perlu dibuat program-program yang memiliki pengaruh besar bagi pembangunan daerah. Dalam hal ini menghubungkan Solo dan Sangiran.

Baca:  Ki Ageng Gribig, Ulama Besar yang menyebarkan Islam di Desa Jatinom

“Kawasan Sangir tidak bisa berkembang pesat karena tersedianya situs-situs purbakala. Sebelumnya kita pikirkan dan ditindaklanjuti dengan UNS untuk pengembangan perguruan tinggi di kawasan Plupuh yang menghubungkan Solo dengan Sragen,” jelasnya.

Namun, rencana itu terhambat regulasi dari pemerintah pusat tentang pendidikan tinggi. Padahal, perencanaannya sangat teliti. Ada diskusi dengan mantan Rektor UNS Ravik Karsidi. Tapi itu belum terwujud.

Selain itu, rencana pembangunan jalan lingkar utara juga belum terlaksana. Pasalnya, jalan lingkar selatan terhalang oleh perlintasan rel kereta api. Sedangkan pengembangan kawasan pada jalan lingkar utara dilakukan dalam dua lajur. Ada rencana pembebasan lahan antara Pungkruk dan Pilangsari untuk pembangunan dua rute. Sehingga kawasan perkotaan diarahkan pada pembangunan ke arah utara yang tidak lebih subur dari kawasan selatan.

Baca:  Motor & Uang Ratusan Juta

“Jadi dengan dua jalur, pergerakannya tidak hanya di jalan utama di pusat kota. Jadi melebar ke utara,” terangnya.

Dedy juga berencana merelokasi lokasi PG Mojo ke utara Bengawan yang lebih dekat dengan perkebunan tebu. Seperti Garis Singgung dan Gen, tetapi tanpa disadari. Bahkan pergantian PG Mojo didukung oleh wakil presiden saat itu, H. Jusuf Kalla. Pasalnya, kawasan tersebut tidak lagi mendukung untuk pembangunan perkotaan. Sayangnya rencana tersebut tidak terwujud.

Salah satu rencana besarnya adalah pemindahan Kantor Pemerintahan Kabupaten Sragen ke Kabupaten Tanon. Mengingat letak pusat geografis di Kabupaten Sragen. Selain itu, ada juga rencana pindah ke Pungkruk.

“Perjalanannya lumayan panjang. Membuat kantor baru yang terintegrasi di sini (Pemkab, Red) lebih ke pembangunan perkotaan di bidang ekonomi,” ucapnya.

Baca:  Parkir Ketandan-Loji Wetan Terintegrasi

Sementara itu, Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang akan menjabat sebagai bupati pada periode mendatang mengatakan belum ada kabar tentang kepemimpinan Sragen sebelum pelantikan periode berikutnya.

“Sampai saat ini belum ada kabar, baik UU maupun UU. Untuk UU itu kan keputusan gubernur, kalau SK pjnya dari Kementerian Dalam Negeri,” imbuhnya. (din / adi)

.

Komentar