Revitalisasi Museum Karst, Tata Ulang Desain Interior

by -29 views
Revitalisasi Museum Karst, Tata Ulang Desain Interior

WONOGIRI – Wajah Museum Karst di Desa Gebangharjo, Kecamatan Pracimantoro akan semakin cantik. Perbaikan tempat wisata pendidikan diharapkan selesai tahun ini.

Koordinator Museum Karst Indonesia Dwi Eko Rukmini mengatakan progres proyek revitalisasi Museum Karst yang dimulai tahun lalu mencapai 90 persen.

“Pengerjaan konstruksi bagian depan Museum Karst sudah selesai. Saat ini kami tinggal memperbaiki eternit di lantai dua,” jelasnya, Senin (3/5).

Bersamaan dengan revitalisasi tersebut, desain interior Museum Kars pun direstrukturisasi. Betweenanaa, replika gua di lantai pertama akan disingkirkan. Digantikan oleh gambar Pantai Sembukan, Paranggupito. Gambar dipajang di sekitar pintu masuk Museum Karst.

Perubahan lainnya adalah semua monitor LCD dan proyektor yang dipasang di lantai satu akan diganti. Pasalnya, seluruh tempat terendam banjir pada November 2017. “Nanti ada 18 unit monitor baru yang dipasang di Museum Karst,” ujarnya.

Baca:  Ketua DPRD Klaten Himbau Warga Untuk Berbuka Puasa di Rumah

Proyektor dan monitor LCD di tingkat kedua tidak akan diganti. Pasalnya, kondisinya dinilai cukup atau cukup baik karena tidak terkena banjir, sedangkan penumpukan batuan tidak berubah.

Setelah revitalisasi Museum Karst selesai, pengelolaan museum diserahkan dari Survei Geologi kepada Pemerintah Kabupaten Wonogiri. Ada kesepakatan bersama bahwa pengelolaan Museum Karst tahun ini harus diserahkan kepada pemerintah kabupaten.

Diketahui Museum Karst Indonesia terkena banjir pada 20 November 2017. Akibatnya, lantai dasar tenggelam hingga ketinggian sekitar 2,7 meter. Koleksi di tempat itu rusak.

Efek lainnya, terjadilah tetesan sedalam 20 sentimeter di dekat replika gua lantai pertama. Keadaan ini membuat pintu masuk cukup ramai bagi pengunjung. Sejak itu, pintu depan museum ditutup. Pengunjung masuk melalui pintu belakang.

Baca:  Waspadai Ancaman Chikungunya, Temukan 58 Kasus di Karanganyar

Pemerintah kemudian menganggarkan Rp 4,7 miliar untuk perbaikan museum pada 2020. Tangga di depan pintu masuk dicat sejajar dengan halaman depan museum. Pembangunan dilanjutkan dengan perbaikan bagian dalam museum yang ambruk akibat banjir. (al / wa)

.

Komentar