Sukses Ubah Image Gunung Kemukus, Potensi Tarik Investor

by -74 views
Sukses Ubah Image Gunung Kemukus, Potensi Tarik Investor

SRAGEN – Revitalisasi Gunung Kemukus yang menelan biaya puluhan miliar tak lepas dari persetujuan Komisi X DPR RI. Namun, keberhasilan mengubah stigma negatif Gunung Kemukus ada di tangan pemerintah daerah dan warga sekitar. Tampilan baru Gunung Kemukus diyakini juga akan menarik minat investor.

Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, Sragen tidak memiliki ikon pariwisata yang kuat selain Museum Sangiran. Sedangkan Museum Sangiran memiliki pangsa pasar yang terbatas dengan minat tertentu, seperti pelajar atau peneliti.

Di sisi lain, Gunung Kemukus memiliki potensi yang besar. Keindahan alam bisa menjadi daya tarik untuk mendatangkan wisatawan. Namun gambar Gunung Kemukus perlu diperbaiki sedikit demi sedikit.

Baca:  Wonogiri Selatan Prioritas Pengentasan Kekeringan

“Pemandangannya sangat bagus sebagai lokasi wisata dengan nuansa alam dan wisata ziarah. Kami membutuhkan lokasi yang lebih baik dari Sangiran,” kata Agustina.

Dikatakannya, ke depannya jadikan Gunung Kemukus sebagai lokasi wisata yang ramah bagi semua kalangan, baik untuk wisata keluarga maupun kelompok milenial. Perkembangan tersebut juga melibatkan pembahasan antara pemerintah provinsi, pemerintah daerah, dan Bappenas.

Proses pergantian gambar memang lambat tapi pasti. Proses ini sudah berlangsung 10 tahun terakhir. Masyarakat di sekitar Gunung Kemukus juga mulai berbenah. Namun, butuh waktu lama untuk mengubah cara pandang pengunjung Gunung Kemukus. , bahwa lokasi ini sudah menjadi tempat ziarah dan wisata yang menjual pemandangan alam, ”terangnya.

Baca:  Hari Pertama Dibuka Pasar Tirtomoyo Sepi

Setelah revitalisasi fisik selesai, pemerintah daerah harus mampu menumbuhkan rasa memiliki terhadap masyarakat sekitar. Jadi yang melindungi kawasan itu adalah masyarakatnya sendiri.

“Untuk kegiatan promosi, event dan lain sebagainya, harus menjadi domain masyarakat, Kementerian Pariwisata ikut terlibat dalam memberikan pelatihan,” ucapnya.

Selain itu, upaya untuk mengubah gambar harus lengkap. Kalau tidak, sulit menarik investor. Seiring berjalannya waktu, investasi pasti akan datang dan kesejahteraan masyarakat sekitar juga akan meningkat.

“Kalau ada wisata baru, masyarakat setempat harus melindunginya dan memanfaatkannya,” jelasnya.

Jika ke depan pengunjung akan lebih banyak lagi, mereka pasti berkesempatan untuk menawarkan barang atau olahannya homestay. Sampai saat ini belum ada orang di Sragen homestay layak. Tapi bawa homestay apa yang benar-benar bagus tidaklah mudah

Baca:  Perbaiki Keturunan Domba Lokal

“Dia belum sampai di Sragen homestay yang benar-benar membawa turis untuk hadir, ”ujarnya.

Kebanyakan dari mereka homestay yang bagus muncul setelah adanya hotel berbintang. Namun, lokasi hotel bintang lima sebaiknya tidak terlalu dekat dengan tempat wisata.

Hotel berbintang di kawasan Gemolong, yang lokasinya tidak terlalu dekat. Baru homestay bisa tumbuh di daerah Miri dan Sumberlawang, ”jelasnya. (keriuhan/ adi / dam)

.

Komentar