Bandwidth Murah, yang Mahal Infrastrukturnya

by -36 views
Bandwidth Murah, yang Mahal Infrastrukturnya

WONOGIRI – Merujuk data Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Wonogiri, terdapat 20 desa yang tersebar di 12 kecamatan. ruang kosong.

“Tapi jumlahnya sekarang berkurang. Mungkin tidak ada 20 desa lagi,” kata Kepala Diskominfo Wonogiri Heru Nur Iswantoro.

Menurutnya bisa ruang kosong hanya berlaku di beberapa dusun. Di lokasi tersebut terdapat sinyal 2G / GPRS yang dapat digunakan untuk melakukan panggilan atau mengirim pesan singkat.

Daerah yang sama sekali tidak memiliki akses internet, lanjut Heru, berada di Desa Tlogosari, Kecamatan Giritontro. Bahkan melakukan panggilan dengan menggunakan ponsel, sangatlah sulit. “Banyak desa yang kesulitan mengakses internet di selatan Wonogiri,” ujarnya.

Baca:  Pasca Dilepas Jabatan oleh Gibran, Lurah Gajahan Jadi Staf Kecamatan

Sejumlah desa dikategorikan ruang kosong juga ditemukan di Kecamatan Tirtomoyo, Karangtengah, Paranggupito, dan Pracimantoro.

Kondisi ini dikarenakan letak geografis yang berbukit atau berbukit sehingga sinyal internet sulit untuk ditembus. Selain itu, tidak semua desa memiliki base transceiver station (BTS) atau menara telekomunikasi. Di wilayah lain yang wilayahnya tidak terhalang pegunungan atau perbukitan, menara telekomunikasi dapat dipasang.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Wonogiri dalam Statistik Potensi Desa Kabupaten Wonogiri yang dicanangkan pada tahun 2018, hanya 134 desa / kelurahan yang memiliki BTS, sedangkan 160 desa atau kelurahan lainnya tidak memilikinya.

“Keberadaan pohon besar terkadang menghalangi sinyal. Di kawasan selatan masih banyak pohon besar,” kata Heru.

Baca:  Eks Narapidana Terorisme Bagi Takjil

Heru menjelaskan, untuk membangun menara telekomunikasi dibutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, itu sangat diperlukan. “Biaya mendirikan BTS sangat besar. Ini memang biaya bandwidthinfrastruktur itu murah, mahal, ”jelasnya.

Tantangan lain dalam menciptakan BTS adalah sumber energinya. Jika BTS dibangun di daerah perbukitan, maka membutuhkan kabel power yang sangat panjang. Meski begitu ada resiko kabel putus.

Tidak dapat digunakan sel surya atau energi matahari? Heru mengatakan cara ini membutuhkan baterai dan cenderung dicuri. (al / wa)

.

Komentar