Mengubah Wajah Gunung Kemukus Menjadi Wisata Keluarga

by -47 views
Mengubah Wajah Gunung Kemukus Menjadi Wisata Keluarga

SRAGEN – Penataan kawasan Gunung Kemukus menjadi wisata ramah keluarga terus berlanjut. Anggaran Rp 60 miliar dikeluarkan pemerintah pusat. Bagaimana situasi saat ini?

Gunung Kemukus di Desa Pendem, Kabupaten Sumberlawang, Kabupaten Sragen kerap dituding sebagai kawasan negatif karena banyaknya ritual seks. Namun, upaya untuk menghilangkan stigma negatif perlahan-lahan terus dilakukan.

Manajer Pariwisata Gunung Kemukus, Suparno, mengatakan selama bulan Ramadhan pengunjung turun drastis. Bahkan pada Jumat malam di minggu pertama Ramadhan, hanya dikunjungi sekitar 14 jamaah. Padahal sebelum wabah ada hampir 1.000 pengunjung.

“Kebetulan di awal bulan puasa sepi. Selain karena pandemi, juga karena kondisi alam. Kebetulan hujan,” kata Suparno saat ditemui beberapa waktu lalu.

Terkait revitalisasi kawasan wisata Gunung Kemukus, lanjut Suparno, saat ini masih dalam tahap penyelesaian. Seperti pembangunan pintu selamat datang, perkantoran, karcis, penataan kolam, taman, terminal, kios pedagang hingga kawasan makam Pangeran Samodra. Setiap tempat kerja antara 10 – 50 persen.

Baca:  Polresta Surakarta Canangkan Stasiun Siaga Candi di Stasiun Balapan

“Tentu masih terkendali dan dalam proses. Kami berharap Oktober 2021 ini semua bisa selesai,” kata Suparno.

Terkait revitalisasi ini, Suparno berharap ke depan stigma negatif Gunung Kemukus sebagai lokasi seks akan terkikis. Pasalnya, pekerjaan mengubah cara pandang tentang bayangan Gunung Kemukus yang terkenal sebagai tempat kencan dan mencari makan bukanlah satu-satunya pekerjaan pengelola. Namun semua pihak termasuk elemen masyarakat. Padahal, pemerintah pusat, provinsi dan daerah sudah bersinergi.

Buktinya semua dukungan dari pemerintah pusat ke daerah, anggarannya juga lebih dari Rp 60 miliar. Didukung transportasi BRT dari Trans Jawa Tengah, jelasnya.

Suparno menjelaskan, setelah menghidupkan kembali Gunung Kemukus, tidak ada rencana untuk menaikkan biaya masuk. Sedangkan ini masih sama dengan pada umumnya yaitu Rp. 5.000 untuk hari biasa. Sementara itu, jika ada peristiwa atau hari-hari tertentu saat ramai, harganya sedikit berbeda.

Baca:  Puan Maharani Minta Pengerjaan Pasar Legi Selesai di Bulan November

Ia mengatakan potensi pengembangan kawasan Kemukus perlu lebih ditingkatkan. Namun masih ada kendala karena sebagian masuk kawasan masih tanah milik warga. Apalagi masih ada yang menempati kawasan jalur hijau Waduk Kedung Ombo (WKO).

“Revitalisasi Gunung Kemukus dengan menunjukkan perubahan signifikan diyakini akan menarik wisatawan. Apalagi dana yang dikeluarkan tidak sedikit,” imbuhnya.

Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Sragen Yusep Wahyudi mengatakan, revitalisasi Gunung Kemukus ditargetkan selesai pada 2021. Karena pandemi Covid-19, sejak awal perbaikannya sudah 12 titik. menjadi delapan poin.

“Ada pengurangan di lokasi yang dihidupkan kembali, Insya’Allah selesai tahun ini, “katanya.

Yusep menambahkan, meski revitalisasi sedang berlangsung, namun tetap terbuka untuk jemaah. Karena lokasi ziarahnya, kawasan ini tidak pernah ditutup seperti tempat wisata lainnya. Namun, pengunjung yang berniat menunaikan ibadah haji lebih sedikit.

Baca:  Antisipasi Asrama Haji Donohudan Penuh, Pemkot Solo Siapkan STP

Setelah dihidupkan kembali, banyak infrastruktur yang dibangun. Jika dulu hanya sekedar berziarah, kedepannya bisa dikunjungi oleh keluarga.

“Stigma negatif harus diubah dan harus ramah terhadap wisata keluarga,” ujarnya. (din / adi)

.

Komentar