Masuk Solo, Pedagang dari Luar Kota Wajib Bawa Surat Bebas Covid

by -28 views
Masuk Solo, Pedagang dari Luar Kota Wajib Bawa Surat Bebas Covid

SOLO – Tidak hanya memperketat pengawasan, Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Surakarta akan meminta para pedagang dan pemasok barang dari luar daerah, terutama yang berasal dari zona merah, untuk membawa surat keterangan negatif Covid-19 yang berlaku 1×24 jam. Saat ini, pihaknya sedang menunggu surat edaran untuk menerapkan kebijakan tersebut.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Surakarta Heru Sunardi membenarkan usulan tersebut sudah masuk ke Satgas Covid-19 Kota Surakarta. Hal itu untuk mencegah penyebaran Covid di pasar, setelah lima pedagang asal Jepara ditemukan positif Covid-19 saat menjalani tes swab antigen, kemarin.

“Kami sudah laporkan ke satgas Covid-19, karena banyak pedagang dari luar provinsi yang masuk ke Solo. Kami minta agar dikeluarkan surat edaran, terutama pedagang atau pemasok dari luar Solo diminta melampirkan surat keterangan negatif Covid-19,” jelasnya. , Jumat (11/6 ).

Baca:  Marak Nikah Dini di Wonogiri, Pemkab: Pastikan Jalani Kehamilan Aman

Jika usulan tersebut disetujui, pihaknya dapat segera menindak kendaraan pedagang atau pemasok barang dari luar kota. Jika pedagang tidak dapat menunjukkan hasil negatif dari swab antigen, maka pedagang tidak diperbolehkan melakukan kegiatan bongkar muat di Kota Solo.

“Kita tahu kendaraan mana yang berasal dari pedesaan. Jika usulan ini disetujui, kita bisa langsung mengambil tindakan di tempat. Soal perlu tidaknya dilakukan tes swab di lokasi, itu kebijakan dinas kesehatan yang bisa disesuaikan kembali,” kata Heru. .

Ketentuan ini berlaku bagi semua pedagang atau pemasok barang dari luar kota. Meski saat ini fokus pengawasan masih terkonsentrasi di sekitar Pasar Klewer dan kawasan dataran utara. Pengawasan serupa juga ditonjolkan keberadaan pedagang atau pemasok di Pasar Ikan Nusukan. Pasalnya, sebagian besar pasokan didatangkan dari Pantura.

Baca:  Terkendala Izin Kelola, Bumdesma Bermodal Rp 1 M di Girimarto Macet

“Secara khusus kami tidak menyebutkan dari mana asalnya atau dari zona merah. Ini untuk menjaga hubungan antar pemerintah daerah saja. Tapi secara teknis, kami sama-sama tahu dari mana Solo berasal. Jadi pengawasan akan tetap lebih ketat,” jelasnya.

Ketentuan menunjukkan informasi negatif Covid-19 dari hasil tes swab antigen hanya berlaku bagi pedagang sementara. Hal ini tidak berlaku bagi pedagang di luar wilayah yang berada atau memasok barang dagangan di Kota Solo setiap hari.

“Jadi bukan pedagang di luar daerah yang setiap hari berdagang di pasar tradisional di Kota Bengawan. Saat ini hanya pengetatan. Nanti kalau surat edaran itu dikeluarkan, akan dilaksanakan,” kata Heru.

Baca:  Polres Sragen Ungkap 8 Kasus Narkoba selama Ramadan

Kepala Satpol PP Kota Surakarta Arif Darmawan juga menginstruksikan jajarannya dan Tim Penciptaan Kondisi Kota Surakarta untuk lebih ketat mengawasi tempat pertemuan antara pedagang dengan pedagang lokal di luar kecamatan di Kota Solo. Karena meningkatnya kasus Covid-19 di daerah lain, Kota Solo semakin ketat dalam memantau pedagang di peternakan.

“Sesuai perintah walikota untuk mengantisipasi mobilitas daerah dengan angka kasus Covid-19 yang tinggi. Misalnya di dataran utara banyak pemasok sandang dari zona merah, seperti Kudus, Jepara, dan Pekalongan. di Pasar Ikan Nusukan juga “Pasar lain akan hanyut,” tambah Arif. (ves / bun / ria)

.

Komentar