Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Awasi Ketat Objek Wisata

by -26 views
Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten Awasi Ketat Objek Wisata

KLATEN – Gugus Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten terus memantau seluruh objek wisata. Terutama kepatuhan terhadap pelaksanaan protokol kesehatan (prokes) yang telah ditetapkan. Mengingat kasus Covid-19 di Klaten mengalami peningkatan dan didominasi oleh kontak dekat dan transmisi lokal.

“Mengenai pencegahan Covid-19 di tempat-tempat wisata, kita masih menggunakan aturan kemarin. Tidak ada perubahan. Batas pariwisata kapasitas 30 persen dan buka sampai pukul 15.00 WIB,” kata Ronny Roekmito, Tim Ahli Kabupaten Klaten Tugas Covid -19 Memaksa. Jawa Kirim Radar Solo, Minggu (13/6).

Lebih lanjut Ronny mengatakan kedisiplinan pengelola objek wisata dalam melaksanakan prosesnya harus selalu dievaluasi. Mengingat penambahan kasus Covid-19 baru yang muncul kali ini, sebagian besar karena kontak dekat dengan pasien yang sebelumnya dikonfirmasi. Artinya ada kedisiplinan dari warga dalam menjalankan prosesnya.

Baca:  Terowongan Flyover Purwosari Disalahgunakan, Malah Dipakai Wedangan

Satgas terus menghimbau kepada warga untuk menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, serta menjaga jarak. Bahkan jika Anda berada di kawasan wisata. Hal ini dilakukan untuk mencegah penyebaran Covid-19, sehingga penambahan kasus baru dapat ditekan.

“Tentu kita ingin masyarakat disiplin menerapkan prosedur kesehatan. Adanya kasus Covid-19 karena kotak yang ketat itu membuktikan ada masyarakat yang tidak patuh pada prosedur kesehatan,” ujarnya.

Mengenai aktivitas wisatawan yang berada di objek wisata air, mereka tidak bisa menggunakan masker saat berenang. Namun keramaian yang dibuat-buat, terutama di sekitar warung-warung kuliner di tempat-tempat wisata, tetap diawasi. Mengingat hal itu berpotensi menimbulkan kerumunan yang berpotensi penyebaran Covid-19.

Baca:  Hendak Tes Covid, Siswi SMP Tewas Tertabrak Truk di Jalan Solo-Jogja

Selain itu, pemkab juga melarang pengelola objek wisata menggelar hiburan. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan jumlah kasus Covid-19 di Bandar Bersinar. Larangan itu berdasarkan surat edaran (SE) Sekda Klaten yang ditandatangani Asisten Setda Klaten, Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Ronny Roekmito sendiri pada 5 Juni.

“Makanya saya juga keluarkan suratnya. Soalnya ada acara tari dari Boyolali (peserta) di sebuah tempat wisata di Klaten,” ujarnya.

Ronny mengatakan, pada 1-14 Juni, pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat mikro (PPKM) masih dilakukan. Oleh karena itu, semua pihak terutama pengelola objek wisata harus mematuhi aturan yang telah ditentukan selama PPKM mikro.

Sementara itu, berdasarkan data Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kabupaten Klaten, per 12 Juni secara kumulatif terdapat 9.174 kasus. Dari jumlah itu, 8.471 telah sembuh dan 624 orang meninggal dengan status terkonfirmasi Covid-19. Sementara itu, 619 pasien masih menjalani perawatan di rumah sakit atau sendiri di rumah masing-masing.

Baca:  Rumah Sakit Tutup Layanan IGD, Gibran: Iya, Semua RS Penuh

“Dengan bertambahnya kasus Covid-19 di Klaten, Gugus Tugas kembali menghimbau kepada masyarakat agar lebih disiplin dalam mematuhi prosedur. Mulai dari memakai masker dengan benar, menjaga jarak, menghindari keramaian, mengurangi mobilitas, dan mencuci tangan dengan sabun. sabun di air mengalir,” kata Koordinator. Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Kesehatan Klaten, Cahyono Widodo. (ren / nik / bendungan)

.

Komentar