Jumlah Kasus Naik, Tim Pemakaman Covid di Wonogiri Tak Keteteran

by -10 views
Jumlah Kasus Naik, Tim Pemakaman Covid di Wonogiri Tak Keteteran

WONOGIRI – Meski baru-baru ini terjadi peningkatan kasus terkonfirmasi corona, tim pemakaman Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Wonogiri tidak terburu-buru.

“Teman-teman tidak terbebani untuk sementara. Mereka masih aman,” kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri Bambang Haryanto, Minggu (13/6).

Ia menjelaskan, sebenarnya tim pemakaman tidak hanya berasal dari satgas di tingkat kabupaten. Namun, beberapa desa sekarang memiliki tim pemakaman sendiri.

“Desa juga memiliki tim sendiri. Ada sekitar 40 desa yang sudah memiliki tim pemakaman. Mereka juga sudah mendapatkan pelatihan untuk itu,” jelasnya.

Meski begitu, masih ada beberapa desa di antaranya yang belum bisa melaksanakan pemakaman dengan protokol kesehatan sepenuhnya secara mandiri. Untuk situasi ini, pihaknya dan pihak Puskesmas akan mengirimkan tim untuk memberikan bantuan.

Baca:  Pemkab Wonogiri Bakal Rampingkan Sejumlah Jabatan Eselon III dan IV

“Agar mereka bisa berkolaborasi. Jika butuh bantuan dari kami, tim juga siap dikirim untuk membantu,” kata Bambang.

Desa-desa tersebut tersebar di beberapa kecamatan. Tim pemakaman desa juga dapat membantu melaksanakan pemakaman di desa lain yang membutuhkan bantuan. Menurut Bambang, bencana bisa terjadi kapan saja dan dimana saja, sehingga tim pemakaman satu desa bisa membantu desa lain yang membutuhkan bantuan.

Selain tim pemakaman desa, biasanya pihak rumah sakit juga bisa melakukan pemakaman. Karena itu, pihaknya tidak merasa kewalahan dalam melaksanakan pemakaman dengan protokol kesehatan.

“Masih aman, meski akhir-akhir ini kasusnya meningkat banyak,” katanya.

Sementara itu, dari situs resmi Pemerintah Kabupaten Wonogiri hingga Jumat (11/6) pukul 21.00, secara kumulatif ada 4.941 warga Kota Kejayaan yang terpapar virus corona sejak awal wabah. 345 di antaranya merupakan kasus aktif dengan rincian 134 dirawat di rumah sakit dan sisanya menjalani isolasi. 4.313 pasien sembuh, sedangkan 283 meninggal dengan status terkonfirmasi positif corona.

Baca:  Gulirkan Guru Tonggo

“Pandemi ini belum berakhir. Bupati juga sudah memberikan arahan agar semua orang bisa mematuhi protokol kesehatan. Kami berharap semua pihak bisa mematuhi ini,” kata Bambang. (al / adi / bendungan)

.

Komentar