Bupati Wonogiri Tantang Bikin Konten Audio Visual Sosialisasi Covid

by -3 views
Bupati Wonogiri Tantang Bikin Konten Audio Visual Sosialisasi Covid

WONOGIRI – Konten edukasi tentang Covid-19 dalam bentuk tulisan, dinilai Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk lebih kreatif dengan membuat audio visual yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Misalnya, buat video yang kreatif dan lucu. Materinya bisa tentang pasien tanpa gejala, dan sebagainya,” kata Joko Sutopo, Senin (19/7).

Selama ini sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan Covid-19 yang dikomunikasikan melalui media tertulis dinilai kurang optimal. Mengingat budaya literasi masyarakat masih minim. Berbeda jika edukasi dilakukan dengan membuat audio visual, semoga lebih mudah dipahami.

Konten edukatif audio visual yang menarik, tambah bupati, belum tentu mahal. Yang penting kontennya tepat sasaran. “Karikatur juga bisa dibuat menarik. Kalau-Bagikan kepada masyarakat bisa lebih efektif,” kata bupati.

Baca:  Kasus Positif Covid-19 di Boyolali Tambah 546 Kasus

Materi audio visual tidak boleh terlalu panjang. Pilih kata yang tepat dan cerna semua layer dengan mudah untuk memberikan pemahaman yang sama untuk memerangi pagebluk.

“Saya berharap ada bentuk visualisasi yang juga menghibur. Kalau melihat penduduk yang isoman (terpencil), mereka bisa bahagia,” kata bupati yang biasa disapa Jekek itu.

Sebaliknya, Jekek meminta masyarakat yang menjalani isoman jujur ​​dengan kondisi kesehatannya untuk mempercepat pengobatan. “Jangan sampai dia gagal bernapas sebelum dibawa ke rumah sakit. Dia masih menunggu perawatan dan masih meninggal,” katanya.

Bupati selalu menyampaikan himbauan untuk disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan mengurangi pergerakan. (al / wa)

WONOGIRI – Konten edukasi tentang Covid-19 dalam bentuk tulisan, dinilai Bupati Wonogiri, Joko Sutopo, menjadi kurang efektif. Oleh karena itu, masyarakat didorong untuk lebih kreatif dengan membuat audio visual yang lebih mudah dipahami oleh masyarakat awam.

Baca:  Berbekal Alat Sederhana, Difabel Temukan Sumber Air di Tengah Jalan

Misalnya, buat video yang kreatif dan lucu. Materinya bisa tentang pasien tanpa gejala, dan sebagainya,” kata Joko Sutopo, Senin (19/7).

Selama ini sosialisasi tentang bahaya dan pencegahan Covid-19 yang dikomunikasikan melalui media tertulis dinilai kurang optimal. Mengingat budaya literasi masyarakat masih minim. Berbeda jika edukasi dilakukan dengan membuat audio visual, semoga lebih mudah dipahami.

Konten edukatif audio visual yang menarik, tambah bupati, belum tentu mahal. Yang penting kontennya tepat sasaran. “Karikatur juga bisa dibuat menarik. Kalau-Bagikan kepada masyarakat bisa berdampak lebih besar,” kata bupati.

Materi audio visual tidak boleh terlalu panjang. Pilih kata yang tepat dan cerna semua layer dengan mudah untuk memberikan pemahaman yang sama untuk memerangi pagebluk.

Baca:  Ngantuk, Mobil Baru Beli dari Jakarta Terperosok di Parit

“Saya berharap ada bentuk visualisasi yang juga menghibur. Kalau melihat penduduk yang isoman (terpencil), mereka bisa bahagia,” kata bupati yang biasa disapa Jekek itu.

Sebaliknya, Jekek meminta masyarakat yang menjalani isoman jujur ​​dengan kondisi kesehatannya untuk mempercepat pengobatan. “Jangan sampai dia gagal bernapas sebelum dibawa ke rumah sakit. Dia masih menunggu perawatan dan masih meninggal,” katanya.

Bupati selalu menyampaikan himbauan untuk disiplin memakai masker, menjaga jarak, mencuci tangan, menghindari keramaian dan mengurangi pergerakan. (al / wa)

Komentar