Sindiran Pelayanan Kesehatan Terpasang Di Pagar Puskesmas Ngargoyoso

by -3 views
Sindiran Pelayanan Kesehatan Terpasang Di Pagar Puskesmas Ngargoyoso

KARANGANYAR – Sejumlah pegawai Puskesmas Ngargoyoso, Karanganyar, Kamis (22/7) pagi dibangunkan oleh spanduk satir bertuliskan “LAYANAN ANDA CEPAT!!! TAPI BERBOHONG!!!” dipasang di pagar depan Puskesmas.

Tulisan yang dibuat di atas MMT putih polos dengan panjang sekitar 3 meter dan lebar 1 meter itu, belum jelas siapa yang menulis dan memasangnya.

Hingga saat ini, jajaran Puskesmas setempat, bersama Forkopimca, dan Kepala Desa Ngargoyoso, masih berkoordinasi untuk mencari orang yang memasang spanduk tersebut.

Bupati Ngargoyoso, Dwi Cahyono, saat dihubungi Jawa Pos Radar Solo Terungkap, spanduk yang sebelumnya ditempel di pagar gedung puskesmas itu langsung dicopot petugas. Dwi mengaku belum mengetahui pasti siapa yang nekat memasang spanduk tersebut.

Baca:  Utang Rp 900 Ribu, Bengkak Rp 75 Juta

Rencananya, jajaran Forkopimca akan mengumpulkan seluruh kepala desa di Ngargoyoso, untuk duduk bersama membahas pelayanan kesehatan yang diberikan puskesmas.

“Saya tidak mencari-cari kesalahan, justru spanduk itu adalah cerminan kecintaan atau kepedulian masyarakat terhadap Puskesmas dan Pemkab Ngargoyoso,” kata Dwi.

Dwi mengungkapkan, selama ini posisi pemerintah dalam situasi sulit, apalagi dengan situasi pandemi seperti ini. Dimana pemerintah diminta ekstra dalam menangani persebaran kasus dan mengedukasi warga agar tetap bisa menjaga protokol kesehatan (Prokes).

“Kita ambil sisi positifnya saja, karena ada prosedur yang harus dilalui masyarakat. Mereka (masyarakat, red) maunya cepat, tapi karena keterbatasan staf atau sarana dan prasarana yang kurang memadai, jadi itu bisa dimaklumi,” ujarnya.

Baca:  Dampak Banjir Nyaris Merata di 6 Kecamatan

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan Jawa Pos Radar Solo, ada kemungkinan spanduk tersebut dipasang oleh warga Kemuning yang sebelumnya melakukan protes terkait pelayanan kesehatan di Puskesmas. Dan membuat salah satu warga desa meninggal saat dirujuk ke rumah sakit.

Di sisi lain, Kepala Desa Kemuning, Widadi Nur Widyoko, saat dihubungi, mengaku saat ini pihaknya masih mencari orang yang memasang spanduk tersebut.

Pria yang biasa disapa Yoko itu mengaku hari ini salah satu penghuninya meninggal dunia akibat terpapar Covid-19. Dan sekarang menunggu proses rotasi dari RSDM Moewardi.

“Belum jelas siapa. Ini juga masih kita cari. Ya, mungkin ada yang terluka lalu memasang spanduk,” kata Yoko. (rud / bendungan)

Baca:  Terkendala Finansial PSISra Sragen Absen di Liga 3 

Komentar