Akhirnya, Istri Pemukul Nakes Dimakamkan Secara Prokes

by -2 views
Akhirnya, Istri Pemukul Nakes Dimakamkan Secara Prokes

BOYOLALI – Pemakaman istri J, warga Sawahan, Ngemplak akhirnya dimakamkan sesuai protokol kesehatan (Prokes) di pemakaman Desa Menggungan, Sawahan, Ngemplak pada Kamis (22/7) siang. Sebelumnya telah dilakukan edukasi dan pemahaman tentang keluarga, sehingga pemakaman dilakukan tepat waktu.

Kapolsek Ngemplak, AKP M Arifin mengatakan, proses negosiasi dengan pihak suami terbilang sulit. Suami almarhum ingin istrinya dimakamkan tanpa proses Covid-19. Namun, warga menolak karena jenazah dipastikan positif Covid-19. Sang suami bahkan memanggil beberapa ambulans untuk membawa jenazah istrinya ke Blora, tempat kelahiran almarhum.

“Saya sudah minta bantuan beberapa ambulans untuk membawa jenazah istrinya ke Blora, tapi mereka menolak. Warga awalnya ingin saling tolong-menolong, tapi karena suami menolak untuk melakukan pemakaman, warga juga tidak mau,” katanya kepada Jawapos Radar Solo, Kamis (22/7).

Baca Juga: Tak Mau Istri Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19, Wara Ngemplak tega Bohongi Sopir Ambulans

Baca:  PPKM Level 4 Berakhir, Penutupan Jalan Hanya pada Malam Hari

Polisi dan Satgas Covid-19 Ngemplak juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada J. Namun, tidak ada alasan serupa dan J bersikeras agar istrinya dimakamkan tanpa protokol Covid-19. Alhasil, kakak J yakin bahwa penyembuhan dan penguburan dilakukan tepat waktu dan J bisa menemani proses penyembuhan istrinya.

J akhirnya setuju. Pemeriksaan jenazah istrinya dilakukan oleh tim dari RSUD Banyu Bening dan J di rumahnya. Selanjutnya sekitar pukul 17.00 dilakukan prosesi pemakaman di makam Desa Menggungan, Sawahan, Ngemplak. “J ikut dalam pemakaman dan penguburan jenazah istrinya. Dan abang J juga kooperatif membantu petugas,” jelasnya.

Di sisi lain, belum diketahui apakah J terpapar atau tidak. Pihaknya bersama Satgas Ngemplak Covid-19 hanya akan melakukan pencarian dan tes besok (23/7). “Besok kita akan lakukan sweeping serta lacak dan uji kontak dekat. Sejauh ini abang J masih kooperatif dalam membantu petugas,” imbuhnya. (rgl)

BOYOLALI – Pemakaman istri J, warga Sawahan, Ngemplak akhirnya dimakamkan sesuai protokol kesehatan (Prokes) di pemakaman Desa Menggungan, Sawahan, Ngemplak pada Kamis (22/7) siang. Sebelumnya telah dilakukan edukasi dan pemahaman tentang keluarga, sehingga pemakaman dilakukan tepat waktu.

Baca:  Mayat Laki-Laki Berkaos Hitam Ditemukan Mengambang di Bengawan Solo

Kapolsek Ngemplak, AKP M Arifin mengatakan, proses negosiasi dengan pihak suami terbilang sulit. Suami almarhum ingin istrinya dimakamkan tanpa proses Covid-19. Namun, warga menolak karena jenazah dipastikan positif Covid-19. Sang suami bahkan memanggil beberapa ambulans untuk membawa jenazah istrinya ke Blora, tempat kelahiran almarhum.

“Saya sudah minta bantuan beberapa ambulans untuk membawa jenazah istrinya ke Blora, tapi mereka menolak. Warga awalnya ingin saling tolong-menolong, tapi karena suami menolak untuk melakukan pemakaman, warga juga tidak mau,” katanya kepada Jawapos Radar Solo, Kamis (22/7).

Baca Juga: Tak Mau Istri Dimakamkan dengan Prosedur Covid-19, Wara Ngemplak tega Bohongi Sopir Ambulans

Polisi dan Satgas Covid-19 Ngemplak juga memberikan edukasi dan pemahaman kepada J. Namun, tidak ada alasan serupa dan J bersikeras agar istrinya dimakamkan tanpa protokol Covid-19. Alhasil, kakak J yakin bahwa penyembuhan dan penguburan dilakukan tepat waktu dan J bisa menemani proses penyembuhan istrinya.

Baca:  Menko Soroti Angka Kematian Tinggi,Wali Kota: Tidak Semua Ber-KTP Solo

J akhirnya setuju. Pemeriksaan jenazah istrinya dilakukan oleh tim dari RSUD Banyu Bening dan J di rumahnya. Selanjutnya sekitar pukul 17.00 dilakukan prosesi pemakaman di makam Desa Menggungan, Sawahan, Ngemplak. “J ikut dalam pemakaman dan penguburan jenazah istrinya. Dan abang J juga kooperatif membantu petugas,” jelasnya.

Di sisi lain, belum diketahui apakah J terpapar atau tidak. Pihaknya bersama Satgas Ngemplak Covid-19 hanya akan melakukan pencarian dan tes besok (23/7). “Besok kita akan lakukan sweeping serta lacak dan uji kontak dekat. Sejauh ini abang J masih kooperatif dalam membantu petugas,” imbuhnya. (rgl)

Komentar