Ibu & Anak Berkomplot Culik Bocah 9 Tahun, Tuduh Ortu Korban Curi Emas

by -71 views
Ibu & Anak Berkomplot Culik Bocah 9 Tahun, Tuduh Ortu Korban Curi Emas

KLUB – Bahwa Polres Klaten berhasil menangkap penculik bocah berinisial RS, 9 warga Desa Joton, Kabupaten Jogonalan. Pelaku penculikan anak SD kelas III adalah IR, 52, dan RAR, 25, asal Lampung yang berdomisili di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Kedua wanita tersebut masih berhubungan dengan keluarga yaitu ibu dan anak.

Berdasarkan data yang dihimpun Jawa Pos Radar Solo, kasus penculikan terjadi pada 23 Februari pukul 09.30. Saat itu, korban sedang bermain dengan lima temannya. Pada saat itulah IR dan RAR tiba dengan mengendarai mobil Brio bernomor AD 8532 XS.

“Kedua pelaku menemukan korban sedang bermain. Korban diajak ikut bakso Jogja. Namun ternyata korban dibawa ke Solo, sebelum pelaku terus dibawa ke Bogor,” jelas Kapolsek Klaten AKBP Edy Suranta Sitepu. di Mapolres Klaten, Jumat (26/2).

Baca:  Guru Positif Covid, 1 Sekolah di Klaten Tunda Uji Coba PTM

Selama di Solo, korban diajak mengunjungi toko pakaian dan makan bakso. Saat makan bakso, korban menangis karena ingin pulang. Tapi IR dan RAR mengabaikan teriakan itu. Dan sebagai gantinya membawa korban ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan menuju Bogor.

Saat itu, ibu korban sedang mencari anaknya karena takut tidak pulang. Ibu korban sempat menanyakan anaknya kepada warga sekitar. Salah satu tetangga melihat korban dibawa oleh IR dan RAR. Diketahui bahwa orang tua korban dan IR serta RAR saling mengenal.

“Memang sudah saling kenal karena salah satu pelaku memiliki rumah kos di rumah orang tua korban beberapa waktu lalu saat pelaku menjadi pedagang kaki lima di Klaten,” kata Edy.

Orang tua korban menghubungi RAR, namun saat itu pelaku tidak mengetahui bahwa anak korban ada bersamanya. Kejadian tersebut kemudian viral di media sosial hingga akhirnya polisi mendatangi rumah korban pada sore harinya. Petugas datang untuk melakukan pemeriksaan dan meminta keterangan saksi.

Baca:  Transportasi Dalam Kota Tetap Jalan

Polisi pun berhasil mengecek rekaman CCTV yang kebetulan dipasang di sekitar lokasi kejadian penculikan. Polsek Klaten kemudian mengusut lokasi pelaku yang diketahui berada di Bogor. Kemudian, berkoordinasi dengan Polres Bogor untuk melakukan wawancara di rumah kontrakan pelaku.

“Kami berhasil menyelamatkan korban dan berhasil menangkap dua pelaku pada 24 Februari di Bogor. Mereka baru tiba di Klaten tadi malam dan ini masih dalam penyelidikan lebih lanjut,” jelasnya.

Akibat pengakuan dan pernyataan sementara pelaku, mereka bertekad untuk menculik korban dengan alasan menuntut orang tua korban untuk mengembalikan perhiasan yang menurut mereka diambil oleh orang tua korban. Hanya, dari pengakuan orang tua korban, pihaknya tidak pernah mengambil emas seperti yang dituduhkan pelaku.

Baca:  Hati-Hati, Muncul Akun Medsos Palsu Wabup Sragen Dedy Endriyatno

“Memang orang tua korban diajak ke rumah pelaku di Bogor. Namun saat orang tua korban pulang, pelaku mengatakan emas sudah hilang. Orang tua korban dituduh mencuri, padahal korban tidak ada, ”kata Edy.

Atas perbuatannya, pelaku didakwa berdasarkan Pasal 76 F Undang-Undang Republik Indonesia (UU) No.35 / 2014 tentang Perubahan atas UU RI No. 23/2002 tentang Perlindungan Anak. Ancaman hukumannya minimal 3 tahun dan maksimal 15 tahun penjara.

“Ini masih kami selidiki lebih lanjut karena masih dini. Nanti akan kami laporkan perkembangannya,” pungkas Edy. (ren / ria)

.

Komentar