Vaksinasi Gotong Royong Butuh Campur Tangan Pemerintah

by -46 views
Vaksinasi Gotong Royong Butuh Campur Tangan Pemerintah

SUKOHARJO – Serikat Pekerja Republik Indonesia (SPRI) Sukoharjo berharap pemerintah turun tangan dalam pembelian vaksinasi gotong royong yang akan dilimpahkan kepada perusahaan. Ini agar tidak membuat perusahaan semakin memberatkan saat terjadi wabah

“Jangan paksakan semuanya kepada pengusaha. Ada kontribusi pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi gotong royong ini,” harap Sekretaris SPRI Sukoharjo Sigit Hastomo, kemarin (4/3).

Ia menegaskan, jika jumlah vaksinasi gotong royong ditanggung perusahaan, akan menambah beban. Mengingat selama epidemi, hampir semua sektor bisnis terkena dampaknya. “Pemerintah mungkin bisa bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan,” kata Sigit.

Hal utama, kata pria yang juga anggota Dewan Pengupahan Sukoharjo ini adalah pendampingan dan kepedulian yang konkrit dalam implementasi vaksin gotong royong. Bukan hanya jargon untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi saat terjadi epidemi, tapi tidak ada tindakan nyata untuk mewujudkannya.

Baca:  Kasus Covid Turun, Boleh Gelar Tarawih di Masjid

“Dunia bisnis memang sulit. Perlu solusi nyata untuk menanggulangi epidemi dan menopang pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Sigit menambahkan, vaksinasi gotong royong harus mengutamakan sektor padat karya. Pasalnya, potensi penyebaran virus Covid-19 di sektor ini cukup besar.

Secara terpisah, juru bicara Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo Yunia Wahdiyati mengatakan, hingga saat ini baru ada Peraturan Menteri Kesehatan (Permenkes) Nomor 10 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Vaksinasi dalam Konteks Pengendalian Covid-19 yang ditetapkan 24 Februari. , 2021.

“Jadi ada dua (kegiatan vaksinasi). Yang pertama program vaksinasi dan vaksinasi bersama. Semua target vaksinasi tidak bayar. Program vaksinasi itu didanai oleh pemerintah yang dibiayai bersama oleh perusahaan,” ujarnya. .

Baca:  Menteri PUPR Ditugasi Merevitalisasi Taman Balekambang: Ini Tak Mudah

Satgas Penanganan Covid-19 Sukoharjo masih menunggu aturan turunan untuk ko-vaksinasi, serta data pekerja yang akan divaksinasi. (kwl / wa)

.

Komentar