Muncul Titik Api Diam di Puncak Merapi, Warga Diminta Tetap Tenang

by -44 views
Muncul Titik Api Diam di Puncak Merapi, Warga Diminta Tetap Tenang

KLUB – Titik api sunyi di puncak Gunung Merapi dapat dilihat dari selatan dan tenggara. Apalagi oleh warga Desa Balerante dan Sidorejo, Kabupaten Kemalang dalam empat hari terakhir. Warga

Warga di lereng Merapi, khususnya yang tinggal di kawasan rawan bencana (KRB) III menilai, titik panas yang tenang merupakan pertanda tumbuhnya kubah lava. Mereka memperkirakan potensi letusan lebih jauh ke selatan atau hulu Kali Gendol, Kabupaten Sleman.

“Masih di tengah puncak. Masih kecil dan belum menyusuri sepanjang Sungai Gendol. Namun warga perlu meningkatkan kewaspadaan. Apalagi jika terjadi letusan. Semuanya sudah siap,” kata Balerante Jainu, Kepala Bappeda Desa. (Pemdes).

Jainu menambahkan, proses evakuasi bergantung pada relawan yang tergabung dalam forum pengurangan risiko bencana (PRB). Koordinasi intensif dilakukan, apa yang harus diselesaikan jika terjadi letusan.

Baca:  Masyarakat Boleh Piknik, Asal Penuhi Syarat Ini

Selain itu, pemantauan kegiatan di puncak Merapi dilakukan secara besar-besaran. Jika situasi di Merapi berbahaya, maka akan ada usulan dari Balai Penelitian dan Pengembangan Teknologi Bencana Geologi (BPPTKG) Jogjakarta. Melalui Pemerintah Kabupaten Klaten, selanjutnya disampaikan kepada masyarakat.

Menurut informasi dari BPPTKG Jogja, potensi letusan masih ada. Apalagi ini sepertinya titik api yang sunyi di tengah kubah lava. Pasti akan terjadi letusan. Tapi entah kapan. Jadi, sementara menunggu proses Merapi akan terus kita pantau secara visual bersama dengan masyarakat, ”kata Jainu.

Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Kemalang pun melihat diamnya api. “Mulai terlihat pada Minggu (28/2) malam. Ini menunjukkan kubah lava terus membesar. Orang di sini baik-baik saja. Cukup normal dan lebih tenang dari letusan sebelumnya,” kata salah satu tokoh masyarakat desa setempat, Sukiman.

Baca:  Dapat Perlakuan Diskriminatif, Keluar Rumah lewat Belakang

Sukiman mengakui, kawasan panas yang sepi baru bisa terlihat setelah maraknya aktivitas Merapi. Ditandai dengan suara getar sinyal seismik. “Ada letusan di selatan. Tapi luncurannya pendek di sekitar puncak,” jelasnya.

Sementara itu, Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Klaten Nur Tjahjono Suharto baru mendapat informasi di titik panas yang sepi pada Rabu malam (3/3) malam. Namun, sejauh ini belum ada aktivitas menarik dari puncak Merapi.

“Kami berusaha untuk berkoordinasi dengan teman-teman di atas (KRB III). Sampai saat ini situasi di Klaten khususnya KRB III masih terkendali,” jelasnya.

Sebagai catatan, BPPTKG Jogja masih menetapkan status Merapi pada level III (siap). Namun, warga Desa Balerante sudah meninggalkan Tempat Evakuasi Sementara (TES) dan kembali beraktivitas di rumah masing-masing sejak 3 Februari.

Baca:  Bersihkan Sumbatan Sampah Luweng

“Warga di lereng Merapi yang melihat api diam, harus merespon dengan tenang dan bijak. Ikuti rekomendasinya sembari menunggu kajian ilmiah dari BPPTKG Jogja,” kata Nur Tjahjono. (ren / fer / ria)

.

Komentar